JAKARTA | Harian Merdeka
Kementerian Perumahan dan Pemukiman bersama Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyerahkan 250 rumah gratis untuk para guru di Bogor.
Penyerahan rumah gratis yang baru terbangun 20 unit tersebut ditandai dengan penandatanganan nota Kesepahaman (MoU) untuk mendukung Program Rumah untuk Guru Indonesia sebagai bentuk penghargaan bagi tenaga pendidik. Penandatanganan didukung oleh PT Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai mitra strategis.
“Presiden (Prabowo) sangat menghargai guru, program ini merupakan bentuk kehormatan presiden terhadap guru Indonesia,” ujar Menteri Perumahan dan Pemukiman Maruarar Sirait atau Ara di Pesona Kahuripan 10, Kabupaten Bogor, Selasa (25/3).
Ia berharap program ini dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), di mana sampai saat ini, guru masih masuk ke golongan MBR.
“Bayangkan, masih banyak guru yang, berdasarkan data yang kami terima, belum memiliki rumah. Seharusnya kebijakan dan anggaran negara lebih berpihak kepada para guru,” tambahnya.
Penandatanganan MoU ini diharapkan menunjukkan bukti nyata dari kerja sama tiga pihak yang mengedepankan peran kunci dari masing-masing lembaga untuk menuju visi yang sama, yaitu memberikan yang terbaik kepada rakyat Indonesia, terutama untuk para guru.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti menekankan bahwa program ini dievaluasi melalui berbagai macam pendataan.
“Kami kumpulkan data statistik untuk dimanfaatkan, kami juga memperoleh data administrasi guru dari Kementerian Diktasmen, lalu kemudian data ini kami padupadankan dengan data tunggal sosial dan ekonomi nasional,” jelas Amalia.
Amalia mengatakan bahwa data yang baik dari BPS akan menjadi fondasi utama dalam membangun kebijakan yang lebih efektif dan tepat sasaran, terutama dalam mendukung penyediaan hunian layak bagi para guru.
Sebagai langkah awal, penandatanganan MoU ini diikuti dengan penyerahan 250 unit rumah kepada para guru di Pesona Kahuripan 10. Kawasan tersebut dipilih karena letaknya yang strategis, dengan akses mudah ke berbagai fasilitas umum seperti sekolah, pasar, minimarket, Terminal Cileungsi, serta pintu tol Cimanggis.
Menurut data dari BP Tapera, harga rumah di kawasan Bogor dan Bodetabek saat ini dipatok sekitar Rp 185 juta dengan skema kredit berbunga tetap 5 persen selama tenor maksimal 20 tahun.
Opsi cicilan tersedia untuk jangka waktu 10, 15, atau 20 tahun, dengan estimasi angsuran sekitar Rp 963 ribu per bulan untuk tenor terpanjang. Skema ini dinilai sangat terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang ingin memiliki hunian layak. (jr)







