Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 18 Apr 2026 20:26 WIB ·

Pengamat : Polemik Ijazah Jokowi Biarkan Berlalu, Jangan Jadi Mesin Kegaduhan


Pengamat : Polemik Ijazah Jokowi Biarkan Berlalu, Jangan Jadi Mesin Kegaduhan Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Di tengah riuh angin perdebatan yang kadang menerpa, Sekjen Matahukum, Mukhsin Nasir, hadir membawa ketenangan. Dengan suara yang lembut namun tegas, ia mengajak kita semua untuk kembali menggunakan akal sehat dan hati yang bersih.

“Saudara-saudaraku, cobalah renungkan sejenak. Apa gunanya bagi hukum dan bagi negara jika kita terus menerus memutar kembali hal yang sudah selesai?” ujar Mukhsin dengan nada yang sangat mendalam, Jumat (17/4/2026)

Pria yang biasa disapa Daeng tersebut menyoroti isu yang belakangan kembali diangkat mengenai mantan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, hal itu adalah urusan yang sudah tuntas dan tertutup rapat.

“Beliau sudah menyelesaikan amanah sebagai pemimpin bangsa. Selama beliau memimpin, sejak awal mengemban tugas hingga akhir masa bakti, segala hal termasuk soal legalitas dan tanggung jawab sudah dipikul oleh negara dan hukum Indonesia. Negara telah menjaminnya, dan itu sudah menjadi sejarah yang selesai,” tutur Daeng dengan bijak.

Daeng mengibaratkan, menggali hal yang sudah lewat itu ibarat mengaduk air yang sudah bening. Kata Daeng, hanya akan membuatnya menjadi keruh, dan yang paling menyedihkan, ia hanya akan menggoreskan luka yang sudah kering, serta memecah belah tali persaudaraan yang sudah kita jaga bertahun-tahun.

Berpikirlah dengan Hati, agar Jiwa pun Tenang

“Kita ini manusia yang diberi akal dan hati. Mari berpikir sederhana, berpikir dewasa,” ajak Daeng lembut.

Masih begitu banyak hal yang indah, yang penting, yang mulia untuk kita perjuangkan bersama. Jangan biarkan energi berharga kita habis hanya untuk memunguti pecahan masa lalu yang tidak akan pernah mengubah apa pun.

“Alihkanlah pandanganmu ke depan. Arahkanlah perhatianmu untuk mengawal pemimpin yang sekarang sedang memegang tampuk kekuasaan. Lihatlah dengan mata yang terbuka, bagaimana mereka berusaha bekerja, berubah menjadi lebih baik, dan berusaha menepati setiap janji yang diucapkan kepada rakyat,” serunya dengan penuh harap.

Lihatlah hasilnya sekarang. Rakyat bisa tidur nyenyak, hidup aman, tentram, dan damai tanpa rasa gelisah. Itu adalah bukti nyata bahwa pemimpin bangsa ini berkelas, memiliki jiwa negarawan yang besar, dan bukan sosok yang kaleng-kaleng yang hanya bisa membuat gaduh.

Pesan Terakhir: Untuk Indonesia yang Bersatu dan Berbahagia yang paling utama, pesan ini adalah cinta untuk persatuan.

Menurut Daeng, kita ini satu darah, satu tanah air, satu nafas. Perbedaan pendapat itu biasa, tapi jangan sampai menjadi benih kebencian yang memisahkan kita. Menurut Daeng, membahas hal-hal yang sudah lewat hanya akan membuka luka lama, menyakiti hati sanubari, dan menghambat laju pembangunan.

Negeri ini butuh kita semua untuk bersatu, bahu-membahu, saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan. Mari kita jaga kerukunan seperti mata kepala kita sendiri. Mari kita kawal kebaikan, dan dukung apa yang sedang dibangun demi anak cucu kita kelak.

“Karena persatuan adalah harga mati. Karena kedamaian adalah anugerah terindah. Mari kita melangkah ke depan dengan kepala tegak, hati yang ikhlas, dan semangat persaudaraan yang kokoh,” pungkas Mukhsin Nasir dengan penuh ketulusan, Salam Akal Sehat (Egi)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dukung Prabowo Fokuskan MBG Untuk Anak Kurang Gizi dan Keluarga Tak Mampu, Ketua Umum APKLI-P Desak KPK Periksa Dugaan Korupsi BGN

18 April 2026 - 20:09 WIB

Komdigi Pastikan PP Tunas untuk Lindungi Anak dari Risiko Digital

17 April 2026 - 12:14 WIB

Salak Heritage Club Sambangi MPR RI, Bahas Pelestarian Sejarah

16 April 2026 - 12:11 WIB

Waspada Penipuan, Dirlantas Polri Pastikan Pemutihan Pajak Motor 2026 Gratis Hoaks

16 April 2026 - 11:54 WIB

Jatuh Korban Jiwa di Proyek Karian Dam-Serpong Water, BCW : Usut Tuntas

15 April 2026 - 12:51 WIB

Kasus Sri Rahayu Mengguncang Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana Janji Investigasi

15 April 2026 - 12:48 WIB

Trending di Nasional