TANGERANG | Harian Merdeka
Sebagai wadah kolaboratif bagi pelaku industri kreatif, komunitas, dan penggiat UMKM bersama pemerintah, Gerakan Kolektif Kreatif Tangerang resmi diluncurkan. Inisiatif ini mendapat dukungan penuh dari DPRD Kota Tangerang sebagai upaya menciptakan ruang kolaborasi yang mendukung tumbuhnya ekonomi kreatif dan penguatan budaya lokal.
Pelaksana Harian (Plh) Ketua DPRD Kota Tangerang, Andri S. Permana, mengapresiasi peluncuran gerakan tersebut sebagai langkah konkret peran komunitas kreatif dalam pembangunan kota.
“Ini bukan sekadar ajang kumpul komunitas, tapi bagian dari visi besar Kota Tangerang ke depan. Kita butuh regulasi yang mampu menjembatani industri kreatif sebagai kekuatan ekonomi kota,” ujar Andri saat menghadiri kegiatan di Luar Nalar Studio, kawasan Keroncong, Jatiuwung.
Ketua Panitia Kolektif Kreatif Tangerang, Sigit Pramono atau yang akrab disapa Monos, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi titik awal dari agenda jangka panjang untuk menghadirkan berbagai program kreatif secara rutin.
“Gerakan ini berfokus pada kolaborasi, bukan seremoni. Harapannya bisa menjadi agenda tetap, baik bulanan maupun dua bulanan, dengan menghadirkan seni pertunjukan, fotografi, pameran, videografi, dan beragam aktivitas kreatif lainnya dari anak muda Tangerang,” ujar Monos.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, menegaskan pentingnya dukungan lintas sektor guna mengembangkan potensi komunitas lokal menjadi kekuatan baru di sektor pariwisata dan budaya.
“Kami melihat ini sebagai contoh masukan kebijakan dari bawah (bottom-up). Banyak pelaku kreatif lokal yang potensinya luar biasa. Tinggal bagaimana kita mengolaborasikannya menjadi kekuatan budaya dan pariwisata yang relevan dan menarik,” tutur Boyke.
Dengan sinergi antara komunitas, DPRD, dan pemerintah daerah, Gerakan Kolektif Kreatif Tangerang diharapkan mampu membentuk ekosistem kreatif yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Tangerang. (hab)







