PANDEGLANG | Harian Merdeka
Proyek pengamanan abrasi pantai yang sedang berjalan di dua desa Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, kini menjadi sorotan publik. Diduga proyek tersebut tidak dilengkapi dengan plang informasi yang memadai.
Lokasi proyek berada di Desa Cigarondong (Pantai Legon Balang) dan Desa Taman Jaya (Pantai Paniis), Kecamatan Sumur. Pembangunan pengamanan abrasi pantai tersebut hampir selesai, namun di lokasi tidak ditemukan papan informasi yang menjelaskan nilai pekerjaan, pihak pelaksana, maupun asal dana proyek.
Sehingga masyarakat sekitar dan publik luas tidak mengetahui berapa nilai anggaran proyek ini, serta perusahaan mana—apakah CV atau PT—yang bertanggung jawab sebagai pelaksana jasa kontruksi.
Selain itu, publik juga belum jelas proyek tersebut berasal dari dinas mana, apakah dibiayai dan dikerjakan oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang atau Pemerintah Provinsi Banten.
US, salah seorang warga setempat, saat ditemui di lokasi, menyatakan kekhawatirannya atas minimnya informasi publik terkait proyek ini.
“Saya sudah lama melihat pembangunan pengamanan abrasi ini, tapi tidak ada papan informasi sama sekali. Sehingga kami tidak tahu ini proyek dari pemerintah kabupaten atau provinsi,” ujarnya.
Ia menambahkan, biasanya setiap proyek pembangunan resmi pasti dilengkapi plang informasi agar masyarakat mengetahui asal usul kegiatan tersebut serta anggaran yang digunakan.
“Kami juga tidak tahu berapa besar anggaran yang dialokasikan untuk proyek pengamanan abrasi pantai ini. Tidak ada informasi mengenai perusahaan pelaksana, apalagi asal dana dari dinas mana proyek ini berjalan,” tuturnya.
Ketiadaan plang informasi dinilai dapat menimbulkan ketidakpercayaan dan pertanyaan masyarakat terkait transparansi pelaksanaan proyek tersebut.
Publik berharap pihak terkait segera memasang plang informasi sebagai bentuk keterbukaan dan akuntabilitas terhadap penggunaan anggaran publik. (Ian)







