Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Bisnis · 28 Jul 2025 10:30 WIB ·

IDEALS: Perjanjian Impor Terbaru RI-AS Ancam Kedaulatan Data Pribadi


IDEALS: Perjanjian Impor Terbaru RI-AS Ancam Kedaulatan Data Pribadi Perbesar

Jakarta | Harian Merdeka

Indonesian Development Economics and Law Studies (IDEALS) melontarkan kritik keras terhadap perjanjian tarif impor terbaru antara Indonesia dan Amerika Serikat yang dinilai mengancam kedaulatan data pribadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Peneliti senior IDEALS, HMU Kurniadi, dalam pernyataan tertulisnya pada Senin (28/7/2025), menyoroti pasal-pasal dalam kerja sama tersebut yang dinilainya membuka celah bagi perusahaan-perusahaan Amerika untuk mengakses data pengguna Indonesia. Akses tersebut diklaim diberikan atas dasar efisiensi logistik, analisis pasar, serta kepatuhan terhadap standar perdagangan digital.

“Ini berbahaya dan melanggar prinsip kedaulatan data nasional. Pemerintah seharusnya tidak gegabah menyerahkan data pribadi WNI demi insentif perdagangan jangka pendek,” ujar Kurniadi.

Menurutnya, data pribadi merupakan aset strategis bangsa yang harus dijaga ketat, apalagi dalam konteks geopolitik global yang semakin tidak menentu serta dominasi platform digital asing di dalam negeri.

Ia menegaskan bahwa Indonesia sudah memiliki regulasi yang melindungi data pribadi, yakni Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). UU ini secara tegas melarang pengalihan data lintas negara tanpa adanya jaminan perlindungan yang setara dengan hukum nasional.

“Jika pemerintah tetap melanjutkan perjanjian ini tanpa revisi, maka bukan hanya melanggar hukum nasional, tapi juga mengkhianati amanat perlindungan hak asasi warga negara di ranah digital,” tegasnya.

IDEALS mendorong agar pemerintah segera melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh klausul kerja sama perdagangan digital yang telah diteken, serta mendorong negosiasi ulang dengan mengedepankan prinsip kedaulatan data.

Kritik IDEALS mencuat seiring dengan meningkatnya kekhawatiran publik terhadap keamanan data dan pengaruh besar perusahaan teknologi asing dalam perekonomian digital Indonesia.(hmi)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Aksi Heroik PMI Selamatkan Lansia di Korsel, Sugianto Dapat Apresiasi dan Bertemu Presiden

2 April 2026 - 15:12 WIB

PDIP Nilai Pemerintah Berupaya Kembalikan Politik Luar Negeri ke Prinsip Awal

30 Maret 2026 - 18:03 WIB

Presiden Prabowo Subianto Bertolak ke Jepang, Dijadwalkan Bertemu Kaisar Naruhito

30 Maret 2026 - 17:53 WIB

Presiden Prabowo Pimpin Taklimat Nasional: Fokus pada Stabilitas dan Keamanan Geopolitik Global

10 Maret 2026 - 13:40 WIB

Bentuk Solidaritas Internasional, PSI Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Pemimpin Iran

9 Maret 2026 - 13:11 WIB

Langkah Diplomasi Prabowo: Pakistan dan UEA Beri Sinyal Positif untuk Mediasi Konflik Iran

6 Maret 2026 - 15:38 WIB

Trending di Internasional