JAKARTA | Harian Merdeka
Indonesia membeli sebanyak 48 pesawat tempur KAAN dari Turki. Itu terjadi usai ada kesepakatan antara Indonesia dengan Turkish Aerospace Industry.
Nota kesepahaman (MoU) penjualan tersebut, sebagaimana dilaporkan akun X TurDef @turdefcom pada Sabtu (26/7), ditandatangani Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekretaris Industri Pertahanan Turki Prof Haluk Gorgun.
Isi dari MoU tersebut mencakup aspek produksi, rekayasam dan pertukaran teknologi. Setelah itu, klausal kontrak pembelian yang ditandatangani Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemenhan Marsdya Yusuf Jauhari dan CEO TAI Mehmet Demiroglu.
Di lansir dari situs Turkish Aerospace Industries, pengiriman 48 jet tempur KAAN akan diselesaikan dalam waktu 120 bulan. Pesawat-pesawat ini akan dilengkapi dengan mesin yang diproduksi secara domestik.
Di informasikan, perjanjian itu tak hanya mencakup pengiriman jet tempur KAAN buatan Turki, tetapi juga mencakup alih teknologi ke Indonesia di bidang penerbangan. Melalui kerja sama strategis ini, Turki dan Indonesia bertujuan untuk mendorong pertukaran pengetahuan dan pengembangan kemampuan lokal. Selain itu, perjanjian ini memungkinkan pemanfaatan kompetensi dalam negeri Indonesia dalam proses produksi KAAN.
Pesawat tempur KAAN dikembangkan oleh Turkish Aerospace Industry untuk menggantikan pesawat F-16, yang akan dipensiunkan secara bertahap oleh Angkatan Udara Turki mulai 2030. Melalui perolehan teknologi-teknologi canggih seperti kemampuan siluman (low observability), ruang senjata internal, manuver tinggi, kesadaran situasional yang ditingkatkan, dan sensor fusion yang menjadi fitur utama pesawat generasi terbaru, pesawat itu diyakini setingkat dengan jet tempur generasi ke-5 buatan Amerika Serikat, Rusia, dan Cina.
Pesawat Tempur Turki KAAN, yang merupakan pesawat generasi ke-5, menawarkan berbagai keunggulan untuk misi pertempuran udara-ke-udara maupun udara-ke-darat. Sebagai platform yang tangguh dan lincah dengan daya tahan tinggi, KAAN menonjol sebagai pesawat tempur yang canggih dan cerdas, dikembangkan oleh Turkish Aerospace.
Alat dan metode rekayasa tercanggih digunakan dalam kegiatan pengujian dan optimalisasi geometri aerodinamis, yang merupakan langkah penting dalam proyek pengembangan KAAN. Sementara itu, desain kokpit KAAN disempurnakan untuk meminimalkan beban kerja pilot, sambil mengintegrasikan kemampuan dan perlengkapan yang diperlukan pada pesawat tempur generasi ke-5. Proses desain mempertimbangkan faktor fisik, kognitif, dan lingkungan, guna menciptakan lingkungan kokpit yang meningkatkan kesadaran situasional pilot.
Setelah menyelesaikan kegiatan produksi dan perakitan prototipe pertama pesawat tempur KAAN, uji darat dimulai. Setelah tahap pengujian selesai, KAAN berhasil melakukan penerbangan perdananya pada 21 Februari 2024, dan berada di udara selama 13 menit.
Selama penerbangan ini, KAAN mencapai ketinggian 8.000 kaki dan kecepatan 230 knot. Penerbangan uji kedua dilakukan pada 6 Mei 2024, berlangsung selama 14 menit, di mana KAAN mencapai ketinggian 10.000 kaki dan kecepatan 230 knot.
Kemampuan KAAN Jangkauan pertempuran udara-ke-udara yang diperluas berkat persenjataan canggih. Serangan presisi dan akurat dari ruang senjata internal pada kecepatan tinggi atau supersonik.
Kekuatan tempur jet KAAN ditingkatkan dengan dukungan kecerdasan buatan (AI) dan jaringan saraf (neural networks). Dilansir dari The Defence Post, pesawat tempur KAAN buatan Turki memiliki panjang 20 meter (66 kaki) dan bentang sayap 13 meter (43 kaki). Pesawat ini akan dipersenjatai dengan meriam kaliber 30 milimeter, titik cantelan senjata internal dan eksternal, rudal multi-domain, amunisi berpemandu, serta sistem avionik dan sensor canggih.
Kaan juga akan ditenagai oleh dua mesin turbofan General Electric F110, yang masing-masing dengan tenaga sekitar 15.000 tenaga kuda. Pesawat ini mampu mencapai kecepatan maksimum Mach 1.8 (2.223 kilometer/jam atau 1.381 mil/jam), dengan jangkauan tempur 1.100 kilometer (684 mil), dan dapat terbang hingga ketinggian 16.764 meter (55.000 kaki). (jr)







