JAKARTA | Harian Merdeka
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap bahwa lebih dari 600 ribu pemain judi daring atau judi online (judol) di Jakarta. Kebanyak dari mereka terdaftar dalam penerima bantuan sosial (bansos).
Terkait dengan itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan, pihaknya akan segera melakukan evaluasi terhadap penyaluran Bansos agar lebih tepat sasaran. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meninjau kembali kelayakan penerima bansos, khususnya yang terindikasi terlibat dalam aktivitas judol.
“Bantuan sosial ditujukan bagi warga yang benar-benar membutuhkan. Jika ditemukan adanya keterlibatan dalam praktik judi online, maka bantuan dialihkan kepada warga lain yang lebih membutuhkan,” kata Pramono, dikutip republika, Minggu (27/7).
Lebih lanjut, Pramono menjelaskan, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan PPATK untuk mendapatkan informasi yang komprehensif terkait pemain judol. Pasalnya, dari data PPATK, ada lebih dari 600 ribu pemain judol di wilayah Jakarta.
“Kami ingin memastikan bahwa dana bantuan dimanfaatkan sebagaimana mestinya, untuk memenuhi kebutuhan pokok dan meningkatkan ketahanan sosial ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan, berdasarkan data 2024, terdapat 602.419 orang warga Jakarta yang teridentifikasi sebagai pemain judol. Total nominal transaksi deposit judol itu mencapai Rp 3,12 triliun dalam 17,5 juta kali transaksi.
“Di antara 602 ribu orang tersebut, terdapat 15.033 warga Jakarta sebagai penerima bansos yang masuk ke daftar pemain judi online periode tahun 2024 tersebut. Total nominal transaksi judol dari kelompok ini sejumlah Rp 67 miliar dalam 397 ribu kali transaksi sepanjang tahun 2024,” ujarnya. (jr)







