Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Pemerintahan · 31 Jul 2025 11:15 WIB ·

Lulusan SD Tak Percaya  Ijazah Jokowi Palsu


Lulusan SD Tak Percaya  Ijazah Jokowi Palsu Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei mengungkap tingkat kepercayaan publik terhadap isu ijazah palsu Presiden RI ke-7, Joko Widodo atau Jokowi. 

Dalam surveinya, lembaga survei milik Komisaris Utama (Komut) Pertamina Hulu Energi itu melakukan sejumlah kategorisasi.

Berdasarkan segmentasi atau kategorisasi pendidikan, responden yang mengaku tidak percaya ijazah Jokowi palsu didominasi dari kelompok responden dengan tingkat pendidikan lulusan SD ke bawah yang mencapai 81,5 persen.

“Di segmen pendidikan, mereka yang hanya tamat SD ke bawah, sebesar 81,5 persen tak percaya dengan isu ijazah palsu Jokowi. Di mereka yang hanya tamat SMP atau sederajat, sebesar 73,7 persen yang tak percaya, dan di segmen mereka yang tamat SMA sederajat sebesar 69,8 persen,” ujar peneliti senior LSI Denny JA, Ardian Sopa, dikutip cnnidonenesia com.

Sebaliknya, angka terbesar responden yang mengaku percaya dengan isu ijazah palsu Jokowi, didominasi kelompok masyarakat dengan lulusan pendidikan D3 ke atas yang angkanya mencapai 20,6 persen.

“Tamat D3 ke atas yang percaya ijazah Jokowi palsu 20,6 persen, tamat SMA 13,8 persen, tamat SMP 10,5 persen, tamat SD 7,4 persen,” kata Ardian.

Dari Segmen tempat tinggal, lanjut Ardian, kelompok responden yang mengaku percaya, angkanya banyak didominasi dari masyarakat perkotaan dengan 16,3 persen berbanding 10,4 persen dari masyarakat pedesaan. “Mereka yang percaya isu ijazah palsu Jokowi lebih banyak di perkotaan,” katanya.

Sedangkan dilihat dari kelompok usia, para responden yang mengaku percaya, angkanya banyak didominasi dari kelompok atau generasi Z sebesar 14,3 persen. Atau lebih besar dari generasi milenial sebesar 9,5 persen, generasi X 13,8 persen, dan baby boomer 11,9 persen.

“Memang terlihat dari data ini, semakin generasi X, ini semakin yang tidak percaya terhadap isu ijazah palsu Jokowi,” kata dia.

Secara keseluruhan, dalam survei tersebut, sebanyak 74,6 persen responden mengaku tak percaya isu ijazah palsu Jokowi. Hanya 12,2 persen responden yang mengaku cukup percaya atau sangat percaya, dan sisanya 13,2 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Survei itu itu memberikan pertanyaan kepada responden, ‘apakah ibu/bapak percaya bahwa ijazah Presiden Jokowi Palsu?’. Hasil survei memperlihatkan kepada kita yang menyatakan tidak percaya, bahwa ijazahnya palsu itu ada 74,6 persen,” kata Ardian.

“Kemudian yang percaya atau cukup percaya di angka 12,2 persen,” imbuhnya.

Survei kepercayaan terhadap isu ijazah palsu Jokowi dilakukan terhadap 1.200 responden di seluruh Indonesia dengan metode multi stage random sampling. Teknik pengumpulan data survei menggunakan wawancara tatap muka lewat kuisioner selama periode 28 Mei hingga 12 Juni 2025 dengan margin of error sekitar 2,9 persen. (jr)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bukan Orang Baru di DPRD, Pengalaman Jadi Modal Utama Sekwan Subhan

15 Juni 2026 - 14:16 WIB

Pengamat Transportasi Dukung Pemprov DKI Lakukan Penyesuaian Tarif Transjabodetabek: Rp3.500 Itu Terlalu Murah

12 Juni 2026 - 14:27 WIB

Pemborosan! Anggaran Rapat Disperkimta Tangsel Rp 1,5 Miliar.

8 Juni 2026 - 15:46 WIB

Pangan Mahal dan Industri Tumbang, MataHukum: Tidak Ada Alasan Pertahankan Mendag

8 Juni 2026 - 10:25 WIB

Forsiber Desak KPK dan Kejaksaan Usut Pengadaan di Korlantas Polri

4 Juni 2026 - 13:36 WIB

Mengawal Transparansi Anggaran “POPDA” Dispora Pemkot Tangerang.

3 Juni 2026 - 10:18 WIB

Trending di Pemerintahan