Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Politik · 11 Nov 2025 12:11 WIB ·

PDIP Menolak Pemberian Gelar Pahlawan kepada Suharto


PDIP Menolak Pemberian Gelar Pahlawan kepada Suharto Perbesar

JAKARTA | harian Merdeka

Pemberian gelar Pahlawan Nasional untuk Presiden ke-2 RI Soeharto dari pemerintah masih menuai polemik diantara partai politik. Seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang secara tegas menolak gelar pahlawan diberikan kepada penguasa orde baru tersebut.

“Menjadi pahlawan itu bukan persoalan politik. Itu persoalan pengorbanan bagi kepentingan rakyat, bangsa dan negara,” kata Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto.

Hasto menekankan pahlawan sejati harus memiliki integritas moral dan kemanusiaan. Sosoknya harus menjadi suri tauladan.

“Pahlawan itu hakikatnya melekat dengan legitimasi perjuangan bagi bangsa dan negara. Bukan kemudian membunuh kemanusiaan. Bukan mengorbankan integritas moral,” tegasnya.

PDIP mengkritisi wacana gelar untuk Soeharto. Menurut Hasto, seorang pahlawan harus menempuh jalan pengorbanan diri, seperti Bung Karno, Bung Hatta, atau Bung Tomo.

“Mereka semua menempuh jalan pengorbanan. Bukan jalan memperkaya kepentingan keluarga,” sindir Hasto.

Hasto kembali menyinggung rekam jejak Orde Baru pimpinan Soeharto, terutama kaitannya dengan gerakan demokrasi. Ia pun mengingatkan kembali peristiwa kelam di masa Orde Baru.

“Hingga kantor PDI pun diserang pada peristiwa 27 Juli tahun 1996. Apakah itu layak disebut sebagai pahlawan?” tanyanya.

Sikap PDIP sudah final. Konsisten pada pendirian bahwa pahlawan dimaknai sebagai pengorbanan demi rakyat dan negara, dan yang terpenting, tanpa adanya pelanggaran HAM.

“Sudah sangat jelas dari keputusan disampaikan oleh PDI Perjuangan,” pungkasnya.(jr)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sekjen Golkar M. Sarmuji Tekankan Pentingnya Adaptasi bagi Kader Muda AMPG di Era Digital

13 Juli 2026 - 12:30 WIB

Sebut PBNU Perlu Perubahan, Cak Imin Dorong Munculnya Sosok Ketua Umum Baru

13 Juli 2026 - 12:27 WIB

Potret Kebersamaan Kapolri, Jaksa Agung, hingga Kepala BIN di Hari Koperasi ke-79

13 Juli 2026 - 12:05 WIB

Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia

10 Juli 2026 - 13:31 WIB

PDIP Pilih Jadi Penyeimbang, Sekjen Golkar: Silakan, Nanti Rakyat yang Menilai!

9 Juli 2026 - 14:10 WIB

PSI Tangsel Bergabungnya Narji Cagur Tambah Kekuatan di Masyarakat

9 Juli 2026 - 12:12 WIB

Trending di Politik