JAKARTA | Harian Merdeka
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi melantik Uus Kuswanto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, menggantikan Marullah Matali. Pelantikan berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (1/12), berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 184/TPA Tahun 2025 yang diteken pada 21 November 2025.
“Hari ini saya melantik Sekda DKI Jakarta, Bapak Uus Kuswanto, sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 184/TPA Tahun 2025, menggantikan Bapak Marullah Matali,” ujar Pramono dalam sambutannya.
Pramono mengatakan pelantikan ini merupakan bagian dari langkah memperkuat tata kelola pemerintahan dalam rangka mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing, berkelanjutan, dan menyejahterakan warganya. Ia berharap Sekda baru dapat menjalankan amanah dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.
Menurut Pramono, pengisian jabatan di lingkungan Pemprov DKI dilakukan dengan prinsip meritokrasi agar setiap posisi strategis dapat ditempati ASN yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan publik optimal.
Sebagai Sekda baru, Uus diminta memperkuat sinergi kerja seluruh perangkat daerah demi kemudahan layanan masyarakat dan penguatan ekonomi Jakarta. Pramono menekankan pentingnya percepatan transformasi digital, integrasi data, serta penyederhanaan proses layanan secara sistematis.
“Saya meminta kepada Sekda yang baru dilantik agar terus menjaga budaya birokrasi yang efektif, transparan, dan responsif, serta memastikan kebijakan selaras dengan kebutuhan masyarakat,” tegas Pramono.
Ia juga mengapresiasi Marullah Matali atas pengabdiannya selama 29 tahun bagi kemajuan Jakarta. “Semoga semangat pengabdian ini menginspirasi seluruh ASN Pemprov DKI Jakarta dalam menyukseskan transformasi kota di masa depan,” ujarnya.
Sebelum menjabat Sekda, Uus Kuswanto merupakan Wali Kota Jakarta Barat. Lulusan IPDN tahun 1995 ini juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kehutanan DKI Jakarta (2017–2019), Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Barat (2016–2017), serta Wakil Wali Kota Jakarta Timur (2019–2020).(dri/hmi)







