JAKARTA | Harian Merdeka
Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Jaya, Mayjen TNI Deddy Suryadi, mengajak seluruh masyarakat Jakarta untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan tidak mencemari sungai maupun waduk. Ajakan tersebut disampaikan dalam Apel Karya Bakti Serentak Bersih-Bersih Waduk dan Sungai dalam rangka program Jaga Jakarta, yang digelar di Taman Waduk Ria Rio, Jalan Pulo Mas Utara, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Sabtu (13/12/2025).
Kegiatan karya bakti ini telah dilaksanakan secara rutin selama tiga bulan terakhir dan dipusatkan pada 10 titik aksi kebersihan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Selain sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-76 Kodam Jaya.
Selain di Waduk Ria Rio, kegiatan bersih-bersih sungai di wilayah Kota Jakarta Timur turut dilaksanakan di kawasan Bidara Cina. Apel Karya Bakti di lokasi tersebut dipimpin oleh Camat Jatinegara, Endang Kartika, dan dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko).
Sebanyak 200 personel gabungan diterjunkan dalam kegiatan tersebut, yang terdiri dari Satuan Tugas Suku Dinas Sumber Daya Air, Satuan Tugas Bina Marga, Satuan Tugas Pertamanan dan Hutan Kota, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), serta masyarakat setempat.
Dalam arahannya, Pangdam Jaya menegaskan bahwa upaya pembersihan sungai dan waduk tidak akan memberikan hasil optimal apabila tidak diikuti dengan perubahan perilaku masyarakat secara berkelanjutan. Menurutnya, kesadaran publik menjadi kunci utama dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Karya bakti ini tidak akan berarti apa-apa jika masyarakat masih membuang sampah ke sungai. Kunci utamanya adalah kesadaran dan kepedulian bersama,” tegas Mayjen TNI Deddy Suryadi.
Ia menambahkan, kegiatan karya bakti ini bertujuan membersihkan sungai dari tumpukan sampah, meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak mencemari lingkungan, serta mempererat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan warga melalui semangat gotong royong demi mewujudkan Jakarta yang bersih dan sehat.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, menyampaikan bahwa waduk dan embung tidak hanya memiliki fungsi sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir, tetapi juga berpotensi menjadi ruang ketiga, yakni ruang interaksi sosial dan edukasi bagi masyarakat.
“Tadi Pangdam Jaya telah memberikan contoh dan keteladanan bagi kita semua, mulai dari penanaman pohon hingga pembersihan sampah. Hal ini menjadi masukan penting bagi kami di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” ujar Sigit.
Ia menjelaskan, Waduk Ria Rio yang memiliki luas sekitar 27 hektare menyimpan potensi besar untuk dikembangkan tidak hanya sebagai infrastruktur pengendalian banjir, tetapi juga sebagai ruang publik yang aktif dan bermanfaat bagi warga.
“Waduk Ria Rio merupakan bagian dari sistem pengendalian banjir sekaligus ruang interaksi dan edukasi masyarakat. Kami terbuka terhadap berbagai masukan dan siap bersinergi dalam kegiatan-kegiatan ke depan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus memperkuat upaya menjaga kebersihan lingkungan serta mengaktifkan kawasan waduk dan sungai di Jakarta. Kepedulian bersama tersebut diharapkan menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Dengan sinergi dan kepedulian bersama, kita dapat mempertahankan semangat Jaga Jakarta” pungkas Sigit. (Fj)







