JAKARTA | Harian Merdeka
Aktivitas jual beli mulai kembali terlihat di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, meskipun ratusan kios di lokasi tersebut hangus dilalap api akibat kebakaran. Tercatat sekitar 350 kios terbakar, namun sebagian pedagang, khususnya pedagang buah, memilih tetap berjualan demi mempertahankan mata pencaharian mereka.
Pantauan di lokasi pada Selasa pagi sekitar pukul 07.50 WIB menunjukkan beberapa pedagang mulai menurunkan muatan buah dari kendaraan pengangkut. Sekitar tiga lapak tampak mengangkut pepaya dari truk untuk kemudian dibersihkan dan disortir sebelum dijual. Di sekitar area tersebut, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) bersama pedagang lainnya terlihat membersihkan puing-puing sisa kebakaran.
Salah seorang pedagang buah, Lela (35), mengaku tetap berjualan di lapak yang terdampak kebakaran karena tidak memiliki alternatif lokasi lain. Menurutnya, aktivitas berdagang harus terus berjalan meski dalam kondisi terbatas.
“Iya jualan. Emang mau di mana lagi, kan harus tetap jalan ini dagang buah,” ujar Lela saat ditemui di lokasi.
Lela menambahkan, pembersihan lapak yang terbakar rencananya baru akan dilakukan hari ini bersama pengelola Pasar Jaya. Ia berharap pihak pengelola dapat menyediakan tempat berjualan sementara bagi pedagang yang terdampak agar aktivitas ekonomi tetap berjalan.
“Harapannya sih dapat tempat sementara. Tapi tetap di Kramat Jati aja,” katanya.
Sebelumnya, kebakaran dilaporkan terjadi pada Selasa (16/12) sekitar pukul 07.24 WIB. Sejumlah saksi menyebut sempat merasakan hawa panas sebelum percikan api muncul dan dengan cepat membesar.
Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, namun kebakaran mengakibatkan 350 kios di Pasar Induk Kramat Jati mengalami kerusakan. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam proses penelusuran oleh pihak terkait.(Fj)







