Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Daerah · 19 Des 2025 14:53 WIB ·

Korban Banjir dan Longsor di Sumatera Utara Bertambah, 369 Orang Meninggal Dunia


Korban Banjir dan Longsor di Sumatera Utara Bertambah, 369 Orang Meninggal Dunia Perbesar

MEDAN | Harian Merdeka

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara kembali memperbarui data korban banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera Utara. Hingga Jumat (19/12/2025) pukul 08.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 369 orang, sementara 71 orang masih dinyatakan hilang.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumatera Utara, Porman Mahulae, menyampaikan bahwa selain korban meninggal dan hilang, sebanyak 926 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.

“Korban yang meninggal dunia sebanyak 369 orang, korban luka-luka 926 jiwa, dan 71 orang masih dalam pencarian,” ujar Porman dalam konferensi pers di Kantor Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Ia menjelaskan, bencana banjir dan longsor tersebut berdampak luas terhadap masyarakat. Secara keseluruhan, jumlah warga terdampak mencapai sekitar 1,7 juta jiwa yang tersebar di 19 kabupaten dan kota. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.477 kepala keluarga atau sekitar 19.608 jiwa saat ini masih berada di lokasi pengungsian.

Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi wilayah dengan dampak terparah. Di daerah tersebut, tercatat 131 orang meninggal dunia, 40 orang dinyatakan hilang, dan 25 orang mengalami luka-luka.

Sementara itu, di Kabupaten Tapanuli Selatan, korban meninggal dunia mencapai 88 orang, dengan 30 orang masih hilang dan 835 orang mengalami luka-luka. Kota Sibolga melaporkan 54 orang meninggal dunia, satu orang hilang, serta 61 orang mengalami luka-luka.

Adapun di Kabupaten Tapanuli Utara, tercatat 36 orang meninggal dunia, dua orang hilang, dan tiga orang mengalami luka-luka. Selain keempat wilayah tersebut, banjir dan longsor juga melanda 15 kabupaten/kota lainnya, antara lain Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Mandailing Natal, Langkat, Deli Serdang, Nias, Serdang Bedagai, Asahan, Batubara, Nias Utara, dan Nias Selatan. Bencana serupa juga terjadi di Kota Padangsidimpuan, Medan, Binjai, dan Tebing Tinggi.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengakui bahwa proses pencarian korban hilang masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satu hambatan utama adalah keterbatasan akses alat berat menuju daerah-daerah yang terisolasi akibat bencana.

“Ada daerah yang masih terisolasi sehingga alat berat belum bisa masuk. Namun personel sudah berada di lokasi dan tetap melakukan pencarian,” ujar Bobby saat ditemui di Kota Medan.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama instansi terkait terus berupaya mempercepat proses pencarian korban, penyaluran bantuan, serta pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak, sembari mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.(Fj)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wakil Ketua DPRD Tangerang Kholid Ismail Kurban 15 Sapi dan 10 Kambing

28 Mei 2026 - 09:36 WIB

Banten Raih WTP Sepuluh Tahun Beruntun, Penerus Banten Puji Andra Soni

25 Mei 2026 - 15:28 WIB

70 Sapi dan 5 Domba Qurban Polda Banten Disalurkan kepada Masyarakat

25 Mei 2026 - 14:51 WIB

Perumdam TKR Perluas Jaringan Hingga Wilayah Rajeg Kabupaten Tangerang.

25 Mei 2026 - 12:06 WIB

Dukungan PLN UID Banten: Limbah Goni Jadi Tas Modis Karya UMKM Lokal

19 Mei 2026 - 15:07 WIB

Tepis Isu Miring, Sekwan: Anggaran Baju Dinas DPRD Sesuai Prosedur

19 Mei 2026 - 10:55 WIB

Trending di Daerah