Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Daerah · 19 Des 2025 14:55 WIB ·

Mpe Goyong, Maestro Tehyan Terakhir yang Bertahan Merawat Warisan Betawi di Tangerang


Mpe Goyong, Maestro Tehyan Terakhir yang Bertahan Merawat Warisan Betawi di Tangerang Perbesar

TANGERANG | Harian Merdeka

Di kawasan Sewan Kongsi, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, sebuah rumah sederhana menjadi ruang sunyi tempat tradisi bertahan dari gempuran zaman. Dari bangunan itulah, alunan tehyan—alat musik gesek khas Betawi—masih terus dirawat oleh seorang maestro sepuh bernama Mpe Goyong.

Rumah tersebut tidak menyerupai museum atau sanggar seni pada umumnya. Atap seng yang disangga dan rangka besi mulai memudar warnanya dimakan usia. Di bagian depan, sebuah papan nama bertuliskan Industri Kecil Tehyan Mpe Goyong tampak kusam, namun menyimpan kisah panjang tentang ketekunan menjaga warisan budaya.

Mpe Goyong, yang memiliki nama lahir Oen Sin Yang, kini berusia 74 tahun. Ia dikenal sebagai satu-satunya maestro yang masih aktif memainkan sekaligus membuat tehyan di wilayah tersebut. Ia menjelaskan bahwa tehyan merupakan alat musik tradisional Betawi yang lazim digunakan dalam kesenian gambang kromong dan pertunjukan ondel-ondel.

Gambang kromong sendiri merupakan seni musik hasil pertemuan budaya Betawi dan Tionghoa yang telah berkembang sejak abad ke-18. Tehyan menjadi salah satu instrumen utamanya, dibuat dari kayu dengan resonator berbahan batok kelapa dan dimainkan dengan cara digesek menggunakan busur.

Kecintaan Mpe Goyong terhadap musik tradisional berakar dari lingkungan keluarga. Ayahnya, Oen Oen Hoek, merupakan maestro gambang kromong yang cukup dikenal pada masanya. Sejak kecil, Goyong terbiasa menyaksikan orang tuanya memainkan musik hingga akhirnya ikut belajar secara otodidak.

“Turun-temurun dulu orang tua punya gambang kromong, digunakan bersamaan dengan ondel-ondel,” ujar Goyong mengenang masa kecilnya.

Sejumlah piagam dan penghargaan terpajang di dinding rumahnya. Pada 2023, Mpe Goyong menerima Anugerah Kebudayaan Indonesia dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam kategori Maestro Seni dan Tradisi.

“Bukan saya sombong, tapi penghargaan saya banyak, saya pajang semua di tembok,” ujarnya sambil menunjuk deretan piagam.

Selain tampil di berbagai panggung budaya, kiprah Mpe Goyong juga pernah menembus layar lebar melalui film Simphony bersama sejumlah artis asal Tiongkok. Ia juga dikenal sebagai perajin tehyan, dengan harga karyanya berkisar mulai Rp400 ribu per unit.

Upaya melestarikan tehyan di tengah arus modernisasi bukan perkara mudah. Goyong mengakui minat generasi muda masih terbatas. “Ada juga anak muda yang beli buat belajar. Sekarang bisa pakai not balok, kalau saya dulu otodidak,” ujarnya.

Budayawan Betawi, Yahya Andi Saputra, menilai keberadaan maestro seperti Mpe Goyong sangat penting dalam menjaga kesinambungan budaya. Menurutnya, tehyan hingga kini masih menjadi instrumen wajib dalam setiap pertunjukan gambang kromong.

“Tehyan adalah bagian tak terpisahkan dari gambang kromong. Setiap pertunjukan, tehyan harus ada,” kata Yahya, Kamis (18/12/2025).

Ia juga melihat adanya ketertarikan generasi muda terhadap seni musik tradisional, meski tantangan tetap besar. Salah satunya adalah semakin jarangnya kesempatan pentas.

“Semakin jarang seni gambang kromong ditanggap. Padahal, semakin sering tampil itu menjadi jaminan regenerasi,” ujarnya.

Yahya menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan bagi seniman tradisi. “Seniman seperti Mpe Goyong harus dirawat, diapresiasi, dan dijaga kebutuhannya. Mereka bukan hanya pelaku seni, tetapi penjaga sejarah,” katanya. (Fj)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bupati Rudy Susmanto Pastikan Proyek Jalan Tambang Bogor Barat Tetap Berjalan

2 Juni 2026 - 15:08 WIB

Sekwan Blokir WhatsApp Wartawan, Gema Kosgoro Desak KPK Sisir DPRD Kab. Tangerang

2 Juni 2026 - 14:33 WIB

Wakil Ketua DPRD Tangerang Kholid Ismail Kurban 15 Sapi dan 10 Kambing

28 Mei 2026 - 09:36 WIB

Banten Raih WTP Sepuluh Tahun Beruntun, Penerus Banten Puji Andra Soni

25 Mei 2026 - 15:28 WIB

70 Sapi dan 5 Domba Qurban Polda Banten Disalurkan kepada Masyarakat

25 Mei 2026 - 14:51 WIB

Perumdam TKR Perluas Jaringan Hingga Wilayah Rajeg Kabupaten Tangerang.

25 Mei 2026 - 12:06 WIB

Trending di Daerah