Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Politik · 24 Des 2025 14:45 WIB ·

DPR Nilai MBG Saat Libur Sekolah Kurang Efektif, Komisi IX Minta Evaluasi


DPR Nilai MBG Saat Libur Sekolah Kurang Efektif, Komisi IX Minta Evaluasi Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini meminta agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara selama masa libur sekolah. Menurutnya, program tersebut tidak berjalan efektif apabila tetap dijalankan saat siswa tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar.

“Seharusnya di masa liburan sekolah, MBG juga diliburkan karena tidak efektif untuk menjangkau siswa,” kata Yahya Zaini kepada wartawan, Rabu (24/12/2025).

Yahya menjelaskan, salah satu persoalan yang ditemukan Komisi IX adalah penurunan kualitas menu MBG selama libur sekolah. Berdasarkan hasil pemantauan saat kunjungan kerja ke Kota Tangerang, makanan yang disajikan tidak lagi berupa menu matang, melainkan makanan ringan.

“Menu yang disajikan oleh SPPG saat libur sekolah berupa roti, pisang, dan susu. Ini tentu mengurangi standar gizi yang seharusnya menjadi tujuan utama program MBG,” ujarnya.

Selain soal menu, Yahya juga menyoroti mekanisme pengambilan makanan di sekolah yang dinilai memberatkan orang tua. Ia menilai orang tua harus mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi, padahal anak sedang menjalani masa libur.

“Kalau makanan tetap dibagikan di sekolah, orang tua harus memberi uang transport hanya untuk mengambil makanan. Ini tidak efisien,” katanya.

Opsi pengantaran makanan langsung ke rumah siswa pun dinilai menimbulkan persoalan baru. Menurut Yahya, skema tersebut berpotensi menambah biaya operasional dan memperbesar pemborosan anggaran.

“Jika makanan diantar ke rumah, biaya transportasi menjadi besar karena rumah siswa tersebar luas. Pertanyaannya, biaya itu ditanggung siapa? Jika dibebankan ke BGN, maka itu berpotensi menjadi pemborosan anggaran negara,” ucapnya.

Karena itu, Yahya meminta kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk tetap menjalankan MBG saat libur sekolah dievaluasi secara menyeluruh.

“Kebijakan ini justru berpotensi membebani orang tua, SPPG, dan BGN sendiri. Evaluasi perlu dilakukan agar program tetap tepat sasaran,” tegasnya.

Meski demikian, Yahya menegaskan Komisi IX DPR tetap mendukung keberlanjutan program MBG bagi kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, MBG tetap relevan dijalankan karena selama ini memang didistribusikan langsung ke rumah masing-masing,” pungkasnya.(Fj)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sekjen Golkar M. Sarmuji Tekankan Pentingnya Adaptasi bagi Kader Muda AMPG di Era Digital

13 Juli 2026 - 12:30 WIB

Sebut PBNU Perlu Perubahan, Cak Imin Dorong Munculnya Sosok Ketua Umum Baru

13 Juli 2026 - 12:27 WIB

Potret Kebersamaan Kapolri, Jaksa Agung, hingga Kepala BIN di Hari Koperasi ke-79

13 Juli 2026 - 12:05 WIB

Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia

10 Juli 2026 - 13:31 WIB

PDIP Pilih Jadi Penyeimbang, Sekjen Golkar: Silakan, Nanti Rakyat yang Menilai!

9 Juli 2026 - 14:10 WIB

PSI Tangsel Bergabungnya Narji Cagur Tambah Kekuatan di Masyarakat

9 Juli 2026 - 12:12 WIB

Trending di Politik