JAKARTA | Harian Merdeka
Pemerintah menambah sebanyak 280 perangkat Starlink untuk memperkuat akses komunikasi di sejumlah wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatera. Langkah ini dilakukan untuk memastikan layanan komunikasi darurat tetap tersedia di daerah yang jaringan telekomunikasinya terganggu akibat bencana.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan, penambahan perangkat Starlink merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga konektivitas di wilayah terdampak bencana, khususnya di daerah yang mengalami kerusakan infrastruktur telekomunikasi dan pemadaman listrik.
“Kita tahu kondisi jaringan telekomunikasi di beberapa wilayah terdampak banjir hampir lumpuh total karena gangguan listrik dan kerusakan fasilitas. Penyediaan perangkat Starlink ini diharapkan dapat membuka akses komunikasi darurat bagi masyarakat, relawan, dan petugas di lapangan,” ujar Nezar di Jakarta, Senin.
Nezar menjelaskan, perangkat Starlink tersebut akan ditempatkan di titik-titik strategis, seperti posko pengungsian, kantor pemerintahan daerah, posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta lokasi operasi evakuasi. Penempatan ini bertujuan untuk mendukung koordinasi penanganan bencana dan memudahkan masyarakat mengakses informasi penting.
Menurut Nezar, distribusi perangkat dilakukan berdasarkan tingkat kebutuhan dan prioritas wilayah, terutama daerah yang masih terisolasi dan belum dapat dijangkau jaringan seluler maupun internet konvensional.
Ia menyebutkan, banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menyebabkan banyak fasilitas telekomunikasi, termasuk base transceiver station (BTS), mengalami gangguan. Pemerintah, kata Nezar, terus melakukan pemulihan jaringan secara bertahap, namun penggunaan teknologi satelit menjadi solusi sementara yang krusial dalam masa tanggap darurat.
Lebih lanjut, Nezar menegaskan pemerintah akan terus memantau efektivitas penggunaan perangkat Starlink selama masa penanganan bencana. Jika diperlukan, penambahan dan perluasan pemanfaatan perangkat serupa juga akan dilakukan di wilayah lain yang menghadapi gangguan komunikasi akibat bencana alam.
Penambahan perangkat Starlink ini menjadi bagian dari respons pemerintah dalam menghadapi dampak banjir besar yang terjadi di sejumlah provinsi di Sumatera pada akhir 2025, yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur, gangguan layanan dasar, serta membatasi akses komunikasi masyarakat di wilayah terdampak.(Fj)







