JAKARTA | Harian Merdeka
Pengamat Kebijakan Publik, dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah mengatakan,tata kelola parkir di DKI Jakarta harus dilakukan secara transparan dan di pegang oleh dinas khusus yang mengurus parkir agar tidak terjadi kebocoran.
Trubus menilai bahwa pentingnya tata kelola parkir di DKI Jakarta dipegang oleh dinas khusus Perparkiran hal agar tidak terjadinya adanya parkir liar yang menimbulkan kebocoran pendapatan daerah khususnya di Provinsi DKI Jakarta.
” Harus ada dinas khusus yang pegang parkir agar tidak ada kebocoran pendapatan daerah khususnya Jakarta,” kata Trubus kepada Harian Merdeka, Sabtu (31/1/2026).
Trubus mengaku pengelolaan parkir di Jakarta harus dilakukan dengan pengawasan agar tidak ada potensi korupsi yang merugikan Pemprov DKI Jakarta.
” Harus ada pengawasan pengelolaan tata kelola parkir agar tidak ada potensi korupsi,” ujarnya.
Tak hanya itu, pengelola parkir juga harus melibatkan aparat hukum agar bisa menindak adanya parkir liar.
” Aparat hukum harus dilibatkan agar bisa menindak parkir liar , agar bisa ditertibkan,” ucapnya.
Sebelumnya DPRD DKI Jakarta kembali menyoroti persoalan pengelolaan parkir melalui Unit Pengelola (UP) Perparkiran untuk menggenjot pungutan dari retribusi daerah.
Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Tri Waluyo mengatakan ada potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor Perparkiran yang masih cukup besar.
Tri meminta Dinas Perhubungan (Dishub) DKI memperketat pengawasan terhadap pengelolaan parkir karena tujuannya bisa memaksimalkan potensi pendapatan daerah sekaligus menekan praktik parkir liar di lapangan.
” Kami memberikan pengawasan ekstra agar kebocoran PAD di lapangan bisa diminimalisir,” ujarnya.
Dia menyebutkan saat ini sektor parkir masih menemui kendala merebaknya parkir liar dan belum optimalnya kontribusi pendapatan parkir ke kas daerah.
Tri meminta agar Pemprov DKI khususnya Dishub DKI melakukan pengawasan ekstra agar praktik parkir liar bisa ditekan signifikan.
” Kami mempertanyakan kenapa parkir liar ini bisa terus ada,” ucapnya.(Agus).







