GUNUNGSITOLI | Harian Merdeka
Pemerintah Kota Gunungsitoli memperkuat sinkronisasi data pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di ruang rapat lantai II Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, Andhika Perdana Laoly, mewakili Wali Kota Gunungsitoli.
FGD ini membahas penyusunan publikasi Gunungsitoli Dalam Angka, Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP), serta sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).
Andhika menegaskan pentingnya data yang akurat sebagai dasar utama perumusan kebijakan pemerintah. Menurutnya, kualitas data sangat menentukan ketepatan program pembangunan.
“Data yang berkualitas adalah kompas utama dalam menentukan arah kebijakan. Data yang keliru hanya akan menghasilkan kebijakan yang keliru,” tegasnya.
Ia menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk memperkuat koordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) serta memastikan data sektoral yang disampaikan valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terkait Sensus Ekonomi 2026 yang akan berlangsung pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026, Andhika mengajak masyarakat dan pelaku usaha berpartisipasi aktif. Sensus tersebut dinilai penting untuk memetakan struktur ekonomi daerah secara menyeluruh, mulai dari usaha mikro hingga skala besar, guna mendorong daya saing ekonomi Kota Gunungsitoli.
Di akhir kegiatan, Pemkot menyampaikan apresiasi kepada BPS Kota Gunungsitoli atas kontribusinya dalam penyediaan data pembangunan.
FGD turut dihadiri Kepala BPS Kota Gunungsitoli, para asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, serta sejumlah undangan lainnya.(Adi).
Keterangan Foto : Sekda Kota Gunungsitoli, Andhika Perdana Laoly Saat Membuka FGD Tentang Peningkatan Pelayanan Publik.







