Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Olahraga · 18 Feb 2026 13:40 WIB ·

Erick Thohir Dituding Terlibat Laporan FAM ke FIFA Lewat Pihak Vietnam


Erick Thohir Dituding Terlibat Laporan FAM ke FIFA Lewat Pihak Vietnam Perbesar

JAKARTA | HarianMerdeka

Media Malaysia, My News Hub, menuding Ketua Umum PSSI Erick Thohir sebagai dalang utama pelaporan Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) kepada FIFA terkait dugaan pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi.

Seperti diketahui, FAM sebelumnya dijatuhi sanksi oleh FIFA setelah ditemukan pelanggaran administrasi dokumen naturalisasi. Federasi sepak bola Malaysia itu sempat mengajukan banding dan membantah adanya unsur kesengajaan dalam pemalsuan dokumen.

Namun, FIFA tetap menjatuhkan sanksi berupa denda serta larangan bermain selama 12 bulan bagi tujuh pemain yang terlibat. Belakangan, hukuman tersebut ditangguhkan.

Pasca sanksi dijatuhkan, beredar rumor yang menyebut Erick Thohir berada di balik pelaporan kasus tersebut. Sumber anonim yang dikutip My News Hub bahkan mengklaim Erick membayar pihak dari Vietnam untuk mengajukan pengaduan ke FIFA.

“Vietnam mengajukan pengaduan, tetapi dokumen-dokumen itu berasal dari orang-orang suruhan Erick Thohir,” demikian klaim sumber tersebut.

Hingga kini, Erick belum memberikan tanggapan terbaru terkait tudingan tersebut. Namun pada September 2025 lalu, mantan pemilik Inter Milan itu telah membantah keterlibatannya dalam polemik dokumen naturalisasi pemain Malaysia.

“Kita tidak intervensi, tidak ikut campur isu-isu negara lain. Kami sendiri dari Kemenpora atau saya pribadi, tentu harus menghargai semua negara di Asia Tenggara ketika ingin olahraganya maju. Kita harus hargai,” ujar Erick kala itu.

Ia menegaskan bahwa Indonesia fokus membenahi dan memajukan olahraga dalam negeri tanpa mencampuri kebijakan federasi negara lain.

Kasus ini kembali memanaskan tensi rivalitas sepak bola Asia Tenggara, terutama antara Indonesia dan Malaysia, di tengah upaya masing-masing federasi memperkuat skuad melalui jalur naturalisasi. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Andra Soni: Banten Siap Jadi Tuan Rumah PON 2032 demi Dongkrak Prestasi Atlet

13 April 2026 - 13:44 WIB

Selisih Ranking FIFA Indonesia dan Vietnam Jelang Semifinal Piala AFF Jadi Sorotan

10 April 2026 - 11:40 WIB

Dony Tri Termotivasi Dorongan Calvin Verdonk Tembus Liga Eropa

2 April 2026 - 13:12 WIB

Peluang Terbuang Sia-sia, AC Milan Gagal Manfaatkan Momentum Saat Inter di Atas Angin

16 Maret 2026 - 14:17 WIB

Wayne Rooney: Tottenham Harus Bangun dan Keluar dari Tren Negatif Sekarang

13 Maret 2026 - 16:04 WIB

Leg Pertama 16 Besar Tuntas, Kylian Mbappé Masih Pimpin Daftar Top Skor Liga Champions

12 Maret 2026 - 15:30 WIB

Trending di Olahraga