Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 26 Feb 2026 13:32 WIB ·

Fenomena ‘Jastip’ Air Zamzam: Antara Risiko Koper Jemaah dan Peran Kru Pesawat


Fenomena ‘Jastip’ Air Zamzam: Antara Risiko Koper Jemaah dan Peran Kru Pesawat Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Pedagang air zamzam di Pasar Tanah Abang ungkap pengiriman air zamzam dari Arab Saudi ke Indonesia, setelah pemerintah Arab Saudi membatasi ekspor air zamzam. ‎Berdasarkan pantauan awak media pada Kamis (19/2/2026) lalu, beberapa pedagang mengaku air zamzam dibawa melalui jamaah umrah, importir, maupun pramugari.

‎Salah satunya diungkap oleh Riadi, di mana air zamzam biasanya di bawa oleh jamaah umrah, meski ada pembatasan saat membawa air tersebut.

‎”Kalau di sini, air zamzam-nya di bawa oleh jamaah umrah ya, kalau haji kan susah ya, ada ketentuannya,” kata Riadi saat ditemui wartawan

‎Adapun jamaah umrah tersebut juga merupakan bagian dari toko tersebut.

‎”Jamaah umrahnya orang toko ini juga, memang dia sering ke Tanah Suci sih,” lanjut Riadi.

‎Sedangkan pedagang lainnya yakni Firman, mengaku air zamzam berasal dari importir dan distribusi khusus.

“Air zamzam yang dijual di sini dari importir, ada importir khususnya, karena sekarang kan persyaratannya lumayan ketat, enggak bisa sembarangan bawa air zamzam-nya,” kata Firman.

‎Oleh karena itu, harga air zamzam yang dijual cukup mahal, di mana untuk kemasan galon 5 liter bisa mencapai Rp 500.000-an.

‎”Karena lewat importir khusus, jadi harganya mahal, segini (galon 5 liter) saja bisa Rp 500.000,” ujar Firman.

‎Sementara itu, ada juga yang dibawa oleh pramugari, karena adanya pembatasan ekspor air zamzam.

‎”Di sini dibawa pramugari ya, karena kalau lewat orang biasa, sudah enggak boleh dari sananya,” kata Deny.

Deny menambahkan, dalam sehari, dirinya bisa mendapatkan lima kemasan untuk galon 5 liter, meski harus disimpan terlebih dahulu dan bisa diambil dalam setiap dua minggu sekali.

“Tapi, ngambilnya 2 minggu sekali, ya sehari bisa 5 galon lah,” ucapnya. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

RS Polri Kramat Jati Buka Posko DVI, Keluarga Korban KA Bekasi Harap Melapor

29 April 2026 - 16:55 WIB

Kapolda Banten Tinjau Kendaraan Dinas Jelang Pengamanan May Day

29 April 2026 - 15:04 WIB

Minyakita Mahal di 224 Wilayah, Pengamat: Ganti Budi Santoso

29 April 2026 - 14:54 WIB

Transisi Energi Hijau melalui Ekonomi Karbon

29 April 2026 - 13:27 WIB

Tragedi Kecelakaan KA di Bekasi, Prabowo Pastikan Perkuat Sistem Perlintasan Kereta Api

29 April 2026 - 12:13 WIB

Jamintel Kejagung Luncurkan JAGAIN Guna Hapus Diskriminasi Atlet

29 April 2026 - 11:33 WIB

Trending di Nasional