JAKARTA | Harian Merdeka
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon meninjau sejumlah museum di Sumatera Utara dalam rangka kunjungan kerja guna mendorong penguatan fungsi museum sebagai ruang budaya yang inklusif dan edukatif bagi masyarakat.
Dalam agenda tersebut, Fadli mengunjungi Gedung Juang 45 Medan dan Museum Perkebunan Indonesia yang berada di Medan. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pengelolaan museum sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan sejarah dan budaya.
Fadli mengapresiasi upaya revitalisasi yang telah dilakukan pada Gedung Juang 45 Medan, bangunan bersejarah yang berkaitan dengan peristiwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, termasuk dalam rangkaian pertempuran Pertempuran Medan Area pada 1945–1949.
Menurutnya, pengembangan museum masih dapat ditingkatkan, terutama dari sisi tata pamer, pencahayaan, serta pemanfaatan teknologi digital agar pengalaman pengunjung menjadi lebih menarik, khususnya bagi generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, Fadli juga menyoroti keberadaan koleksi numismatik seperti uang dan perangko yang dipamerkan di museum. Ia menilai koleksi tersebut memiliki nilai historis karena mencerminkan identitas negara sekaligus perjalanan ekonomi pada masa awal kemerdekaan.
Selain itu, ia mengapresiasi penyajian narasi sejarah di Museum Perkebunan Indonesia yang menggambarkan perkembangan sektor perkebunan di wilayah Sumatera Utara. Museum tersebut menampilkan informasi mengenai berbagai komoditas perkebunan yang pernah menjadi produk unggulan dan diperdagangkan hingga ke pasar internasional.
Fadli menyebut sejarah perkebunan di kawasan tersebut berkembang sejak masa kebijakan ekonomi liberal pada akhir abad ke-19. Berbagai komoditas seperti tebu, tembakau, dan tanaman perkebunan lainnya saat itu menjadi bagian penting dari perdagangan global, khususnya dengan negara-negara di Eropa.
Kunjungan ini turut dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Kebudayaan serta perwakilan lembaga pelestarian kebudayaan di wilayah Sumatera dan Aceh.
Melalui penguatan tata kelola museum, pemerintah berharap museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi sejarah, tetapi juga menjadi ruang publik yang aktif dalam membangun pemahaman masyarakat terhadap sejarah dan kebudayaan bangsa. (Fj)







