Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 2 Jun 2026 10:13 WIB ·

Plesetan SPPG Dikecam, Hasan Nasbi Singgung Nasib Jutaan Pekerja Gizi


Plesetan SPPG Dikecam, Hasan Nasbi Singgung Nasib Jutaan Pekerja Gizi Perbesar

Jakarta | Harian Merdeka

Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi mengkritik pihak-pihak yang memplesetkan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) menjadi ‘Satuan Penjilat Prabowo-Gibran. Menurutnya, pelabelan tersebut menunjukkan cara berpikir yang tidak didasarkan pada fakta.

Hasan mengatakan ruang digital saat ini kerap dipenuhi sikap sinis yang berkembang lebih cepat dibanding upaya memeriksa kebenaran informasi. Akibatnya, nalar publik justru menjadi korban.

“Ada orang yang bilang SPPG itu adalah satuan penjilat Prabowo-Gibran. Nah, ini kan sok paten juga, nalarnya di diskon juga ini,” kata Hasan dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (2/6/2026).

Ua menegaskan SPPG merupakan bagian dari ekosistem program pemenuhan gizi yang ditujukan bagi puluhan juta masyarakat Indonesia. Program tersebut menyasar sekitar 62 juta penerima manfaat yang terdiri dari anak sekolah, balita, ibu hamil dan ibu menyusui di berbagai daerah.

Selain itu, Hasan menyebut program tersebut juga memberikan dampak ekonomi karena menyerap sekitar 1,5 juta orang yang bekerja di dapur pelayanan gizi. Oleh sebab itu, ia menganggap tudingan yang menyebut SPPG sebagai alat politik secara tidak langsung juga merendahkan jutaan pekerja yang terlibat dalam program tersebut.

“Kalau dia bilang SPPG itu satuan penjilat Prabowo-Gibran, berarti dia sedang mengata-ngatai 1,5 juta warga Indonesia yang bekerja di dapur SPPG sebagai penjilat Prabowo-Gibran. Dia juga sama sedang mengata-ngatai 62 juta penerima manfaat anak sekolah, ibu hamil dan menyusui anak-anak balita. 62 juta penerima manfaat ini sebagai penjilat Prabowo-Gibran. Hati-hati kalau bicara,” ujarnya.

Hasan menilai tuduhan yang dilontarkan tanpa didukung data dan fakta tidak hanya berpotensi merusak reputasi program pemerintah, tetapi juga mengabaikan kontribusi para pekerja serta hak masyarakat yang menerima manfaat program tersebut.

Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar lebih kritis dalam menerima informasi yang beredar di ruang publik maupun media sosial. “Jangan sampai fakta di diskon, kebenaran di diskon, dan nalar di diskon,” imbuhnya.

Ia mengibaratkan informasi seperti makanan yang perlu dikunyah terlebih dahulu sebelum ditelan. Masyarakat perlu memeriksa fakta dan kebenaran suatu informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

“Itu sama dengan informasi. Kalau ada informasi, resapi dulu. Cari dulu apa sih malasnya sekarang mencari informasi yang benar. Lihat dulu faktanya ini benar fakta yang sudah terjadi bertahun-tahun apa nggak. Cari dulu kebenarannya ini benar apa nggak. Jangan sampai nalar Anda kemudian dipotong-potong. Jangan sampai nalar Anda didiskon-diskon,” jelasnya.

“Cukuplah tas yang didiskon. Cukuplah harga barang yang didiskon. Tapi nalar dan pikiran jangan sampai didiskon,” tambahnya.

Ia menegaskan kebiasaan merespons sesuatu dengan kemarahan dan kebencian berisiko memperburuk kualitas diskusi publik. Hasan menilai Indonesia hanya bisa dibangun melalui persatuan dan kesatuan, bukan melalui sentimen negatif yang terus dipelihara.

“Karena negara kita tidak dibangun dengan kemarahan. Negara kita tidak dibangun dengan kebencian. Justru negara kita hanya bisa dibangun dengan persatuan dan kesatuan,” pungkasnya.(Egi)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Cak Imin Didukung Pimpin PBNU dalam Forum Dialog Kebangsaan di Sleman

1 Juni 2026 - 13:33 WIB

Skandal Ekspor CPO: Arif Rahman DPR RI Minta Pelaku Dijerat Pasal TPPU

1 Juni 2026 - 13:13 WIB

Diduga Tabrak Aturan Danantara, CBA Desak Kejagung Periksa Dirut BRI

1 Juni 2026 - 11:28 WIB

Puncak Haji Lancar, Cak Imin Puji Langkah Presiden Hadirkan Kementerian Haji

29 Mei 2026 - 11:15 WIB

Nasir Djamil Soroti Kendala Klasik Transportasi dan Konsumsi Jemaah Haji

29 Mei 2026 - 10:31 WIB

Satgas PKH dan TNI AL Periksa 25 Kontainer Mineral Diduga Radioaktif di Batam

29 Mei 2026 - 10:28 WIB

Trending di Nasional