GUNUNGSITOLI | Harian Merdeka
Komitmen membangun aparatur sipil negara yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik kembali ditegaskan di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Gunungsitoli. Momentum tersebut terlihat saat Kepala Lapas, Sahat Bangun, bersama jajaran pejabat struktural dan staf mengikuti secara virtual kegiatan Penutupan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Batch III dan IV Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh BPSDM Provinsi Sumatera Utara, Senin (15/6/2026).
Kegiatan yang digelar melalui Zoom Meeting itu menandai berakhirnya seluruh rangkaian Latsar bagi CPNS Golongan II dan III Tahun 2026. Lebih dari sekadar agenda seremonial, penutupan tersebut menjadi titik awal bagi para CPNS untuk mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Dari Lapas Kelas IIB Gunungsitoli, lima CPNS dinyatakan berhasil menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan, yakni Viment Mendrofa, Oscar Purba, Raja Darmawan, Cinta Lubis, dan Tanty Simanjuntak. Keberhasilan mereka menuntaskan Latsar menjadi langkah penting dalam proses pembentukan ASN yang memiliki kompetensi, integritas, serta kesiapan menghadapi tantangan birokrasi modern.
Dalam arahannya, Sahat Bangun menekankan bahwa Latsar bukan hanya kewajiban administratif yang harus dilalui seorang CPNS untuk diangkat menjadi ASN. Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan proses pembentukan karakter yang akan menentukan kualitas pengabdian seorang aparatur negara di masa depan.
“Pelatihan Dasar bukan sekadar pemenuhan syarat sebagai ASN, melainkan proses pembentukan karakter, integritas, dan profesionalisme. Nilai-nilai BerAKHLAK yang telah dipelajari harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas, sehingga kehadiran ASN benar-benar memberikan manfaat bagi organisasi dan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan pelayanan publik saat ini menuntut ASN untuk terus beradaptasi, meningkatkan kompetensi, serta menjaga integritas dalam setiap pengambilan keputusan. Karena itu, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama masa pelatihan harus menjadi fondasi dalam menjalankan tugas pemasyarakatan secara profesional, akuntabel, dan humanis.
Penutupan Latsar ini sekaligus menjadi refleksi atas komitmen Lapas Kelas IIB Gunungsitoli dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia.
Dengan hadirnya CPNS yang telah dibekali nilai-nilai ASN BerAKHLAK, institusi tersebut optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat tata kelola organisasi, serta mewujudkan sistem pemasyarakatan yang semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Di tengah tuntutan reformasi birokrasi yang semakin dinamis, keberhasilan para CPNS menyelesaikan Latsar menjadi simbol lahirnya generasi aparatur baru yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan semangat pengabdian sebagai fondasi utama dalam melayani bangsa dan negara.(Adi).







