Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 25 Jun 2026 14:26 WIB ·

Yures: Agar Tepat Sasaran, MBG Harus Utamakan Daerah dengan Angka Stunting Tinggi


Yures: Agar Tepat Sasaran, MBG Harus Utamakan Daerah dengan Angka Stunting Tinggi Perbesar

Banten | Harian Merdeka

Selama ini, anggaran negara dengan nilai besar seringkali hanya terasa berputar di lingkungan pusat kekuasaan, dampaknya belum sepenuhnya dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas. Pola itu kini berubah seiring berjalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Wakil Ketua II DPN Tim 8 Prabowo-Gibran, Yusuf Reza Soeleman yang akrab disapa Yures, program ini menjadi terobosan baru dalam pengelolaan keuangan negara. Kini, dana yang dialokasikan tidak lagi berhenti di tingkat atas, melainkan disalurkan hingga menyentuh langsung kehidupan warga di tingkat paling bawah.

Menurut Yures, manfaat yang dihadirkan pun tidak tunggal. Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak dan kelompok penerima lainnya, MBG juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian. Kata Yures, program ini membuka jutaan lapangan kerja baru sekaligus memberikan peluang bagi usaha mikro dan kecil untuk menjadi pemasok bahan pangan. Hasilnya, roda ekonomi di akar rumput pun ikut tergerak dan berkembang.

Dalam pelaksanaannya, penyaluran bantuan dilakukan melalui berbagai jalur, mulai dari dapur produksi, kantin sekolah, hingga penyerahan langsung kepada orang tua murid. Agar proses ini berjalan lancar, jujur, dan tepat sasaran, Yures menekankan pentingnya pengawasan aktif. Komite sekolah dan lembaga swadaya masyarakat memiliki peran besar untuk memastikan tidak ada penyimpangan dan program berjalan secara transparan.

Ke depannya, Yures berharap skema penentuan prioritas disempurnakan. Penyaluran sebaiknya tidak hanya mengacu pada jumlah siswa di suatu daerah, tetapi lebih dipusatkan pada wilayah dengan angka stunting tertinggi. Selain itu, kata Yures kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita juga harus menjadi fokus utama.

“MBG adalah lembaran sejarah baru: anggaran negara tidak lagi hanya berputar di pusat, tapi benar-benar turun menyentuh kehidupan sehari-hari rakyat. Manfaatnya ganda anak-anak tumbuh sehat dan cerdas, petani dan pelaku UMKM punya pasar baru, serta lapangan kerja terbuka lebar,” jelas Yures.

Namun, Yures mengusulkan agar makin tepat sasaran, utamakan daerah dengan angka stunting paling tinggi, bukan sekadar menghitung jumlah siswa. Seperti, ibu hamil, menyusui, dan balita juga harus jadi prioritas utama.

“Pendistribusiannya perlu diawasi bersama. Komite sekolah dan LSM harus aktif mengawasi agar tidak ada penyimpangan. Jika dikelola dengan baik, MBG akan menjadi fondasi kokoh menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Yures. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kepercayaan Publik Naik Jadi 82,4%, Sahabat Presisi Apresiasi Kinerja Polri

26 Juni 2026 - 15:43 WIB

Survei Litbang Kompas Nyatakan 82,4% Publik Yakin pada Polri, Rano Alfath: Bukti Kerja Nyata

26 Juni 2026 - 15:39 WIB

Sufmi Dasco Umumkan Mensesneg Prasetyo Hadi Jadi Ketua Satgas Mitigasi PHK

26 Juni 2026 - 15:12 WIB

Kadiv Humas Polri: Rekrutmen Disabilitas Adalah Bentuk Nyata Pengabdian yang Berkeadilan

26 Juni 2026 - 12:08 WIB

Mutasi Polri: Kombes Putu Kholis Aryana Ditunjuk Jadi Kapolres Metro Bekasi Kota

26 Juni 2026 - 11:58 WIB

Tolak Premanisme, Warga Desa Jampang Bogor Usir Demo Oknum Mahasiswa

26 Juni 2026 - 11:03 WIB

Trending di Nasional