Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 13 Jul 2026 12:32 WIB ·

Dukung Visi Presiden Prabowo, Wakil Ketua MPR: B50 Kunci Kedaulatan Energi Indonesia


Dukung Visi Presiden Prabowo, Wakil Ketua MPR: B50 Kunci Kedaulatan Energi Indonesia Perbesar

Jakarta – Harian Merdeka

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai implementasi biodiesel B50 merupakan langkah strategis untuk mewujudkan kedaulatan energi sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak.

Eddy Soeparno dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu, mengatakan peningkatan mandatori biodiesel dari B40 menjadi B50 sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kemandirian energi nasional.

“Program B50 sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk mewujudkan kedaulatan energi. Indonesia memiliki sumber daya yang besar dan sudah saatnya potensi tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap impor energi,” katanya.

Menurut Eddy, penerapan B50 juga memiliki peran penting di tengah ketidakpastian geopolitik global yang dapat memengaruhi harga dan pasokan energi.

“Gejolak geopolitik menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap energi impor merupakan kerentanan strategis. Karena itu, upaya Presiden Prabowo memperkuat produksi dan pemanfaatan energi dalam negeri harus kita dukung sebagai bagian dari agenda ketahanan dan kedaulatan energi nasional,” ucapnya.

Meski demikian, Eddy mengingatkan implementasi B50 harus disertai kesiapan yang matang agar kebijakan tersebut berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Ia mengusulkan pemerintah memastikan kesiapan teknis dan infrastruktur pendukung, mulai dari produksi, penyimpanan, distribusi, proses pencampuran, hingga kompatibilitas bahan bakar dengan kendaraan dan mesin.

“Kita harus memastikan seluruh ekosistemnya siap, termasuk kualitas bahan bakar, infrastruktur distribusi dan kesiapan mesin. Pengujian dan pengawasan kualitas harus dilakukan secara konsisten agar masyarakat sebagai konsumen mendapatkan kepastian,” ujarnya.

Selain itu, Eddy mengingatkan peningkatan kebutuhan bahan baku B50 perlu dikelola secara cermat agar tidak menimbulkan tekanan terhadap pasokan maupun harga komoditas pangan berbasis sawit.

“Kebijakan energi harus dilihat secara menyeluruh. Kita tentu ingin mencapai kemandirian energi, tetapi pada saat yang sama harus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga dan petani memperoleh manfaat yang adil,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Program Mandatori Biodiesel 50 persen (B50) sebagai upaya memperkuat kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

Presiden menyatakan Indonesia menjadi negara pertama yang menerapkan mandatori B50. Menurut dia, kebijakan tersebut menjadi bukti kemampuan Indonesia memanfaatkan sumber daya alam untuk mendukung kepentingan rakyat dan memperkuat kemandirian bangsa. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

STN dan LMND Bentuk Sekber Akselerasi Program Strategis Nasional, Jagatani: Patut Diapresiasi

13 Juli 2026 - 12:46 WIB

Skandal Pengadaan Mobil Kopdes: ICW Endus Potensi ‘Rente’ Triliunan Rupiah

13 Juli 2026 - 12:41 WIB

Menteri Jumhur: Saatnya Indonesia Tinggalkan Open Dumping dan Wujudkan Ekonomi Sirkular

13 Juli 2026 - 12:36 WIB

HUT ke-27 LMND, Agus Jabo: Generasi Muda Harus Jadi Subjek Utama Kemajuan Bangsa

13 Juli 2026 - 12:34 WIB

Kasus Febrie Adriansyah, BaraNusa: Presiden Prabowo Harus Pastikan Penegakan Hukum Transparan

13 Juli 2026 - 12:25 WIB

Potret Kebersamaan Kapolri, Jaksa Agung, hingga Kepala BIN di Hari Koperasi ke-79

13 Juli 2026 - 11:03 WIB

Trending di Nasional