Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Kesehatan · 28 Okt 2023 22:30 WIB ·

Dinkes DKI Bersinergi dengan Kemenkes, Respons Cepat Kasus Penyebaran Cacar Monyet


Dinkes DKI Bersinergi dengan Kemenkes, Respons Cepat Kasus Penyebaran Cacar Monyet Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Plt. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan di tengah penyebaran infeksi virus Monkeypox atau Cacar Monyet pihaknya gencar melakukan upaya deteksi, preventif, dan respons cepat untuk mencegah wabah semakin meluas. Dengan bersinergi bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sejumlah upaya dilakukan, mulai dari deteksi dini dengan melihat gejala awal agar bisa segera diobati dan mencegah kematian.

“Tingkat kematian/Case Fatality Rate sekitar 1 persen. Artinya dari 100 kasus positif kemungkinan ada satu yang meninggal. Mayoritas karena infeksi sekunder dan kondisi imunitas rendah pada kelompok berisiko, seperti Lelaki Seks Lelaki (LSL), ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan lansia,” kata Ani dalam keterangannya, Sabtu (28/10/2023).

Ani menjelaskan kasus aktif Monkeypox tidak hanya ditemukan pada kontak erat, namun juga pasien suspek bergejala yang datang ke fasilitas kesehatan. Kemudian dilakukan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan, jika dinilai menunjukkan tanda dan gejala khas penyakit Cacar Monyet, maka dilakukan tes PCR.

Untuk membantu pemeriksaan PCR yang dilakukan di Laboratorium Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga telah menyiapkan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) DKI Jakarta.

“Pasien yang terkonfirmasi positif usai dilakukan tes PCR akan segera dilakukan pemeriksaan lanjutan Whole Genome Sequencing (WGS) untuk mendapatkan informasi genetik mengenai asal penyakit dan penyebarannya di masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta mencatat kasus Monkeypox atau cacar monyet mencapai 17 orang. Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ngabila Salama menyebut sebelas orang diantaranya suspek atau bergejala.

“Update Monkeypox DKI Jakarta per 27 Oktober 2023 jam 07.00 kasus positif total 17 orang. Suspek atau terduga bergejala 11 orang,” ucap Ngabila dalam keterangannya, Jumat (27/10/2023).

Ngabila menjelaskan dari total 17 kasus, sebanyak 16 kasus masih aktif dan satu diantaranya telah dinyatakan sembuh.

“Kasus positif aktif 16 orang, positivity rate PCR 44%, semua bergejala ringan, semua tertular dari kontak seksual, semua laki-laki usia 25-50 tahun, dua kasus diantaranya domisili luar DKI Jakarta,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ngabila menyebut vaksinasi terus dilakukan kepada kelompok berisiko terpapar Monkeypox.

“Total penerima vaksinasi 251 orang dari target 495 orang,” tuturnya.(hab)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

PJR Polda Banten Gerak Cepat Evakuasi Balita Kritis ke RS

12 April 2026 - 21:32 WIB

Sinergi Medis: Residen Senior PPDS FK USU Resmi Bertugas di RSUD dr. M. Thomsen Nias

4 Maret 2026 - 14:35 WIB

Kabar Gembira bagi Tenaga Medis: RSUD dr. M. Thomsen Nias Siap Realisasikan Tunjangan Khusus Dokter Spesialis

4 Maret 2026 - 13:05 WIB

Penerus Banten Apresiasi Langkah Pemprov Benahi Layanan RSUD

23 Februari 2026 - 15:25 WIB

Jelang Ramadan, Sekda Cek Infrastruktur dan Layanan RSUD Banten

19 Februari 2026 - 15:15 WIB

Perlindungan Kesehatan 152 Juta Warga Dijamin, Muhaimin Tekankan Validitas Data

18 Februari 2026 - 13:18 WIB

Trending di Kesehatan