Tangerang | Harianmerdeka
Untuk memastikan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Tangerang mengenal produk yang baik untuk dijual, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) melaksanakan sosialisasi barang dan jasa. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Cisadane pada hari Rabu (17/7/24).
Penjabat (Pj) walikota Tangerang di Gedung Cisadane, Dr. Nurdin, menyampaikan bahwa sosialisasi ini sangat penting agar para pelaku UMKM mendapatkan informasi yang tepat untuk memilih produk yang baik. Langkah ini bertujuan untuk meminimalisir komplain dan menjaga keamanan konsumen.
“Sosialisasi ini untuk mengedukasi para pelaku UMKM agar mampu memilih produk yang aman dan baik sebelum didistribusikan kepada konsumen. Sehingga, memenuhi standar-standar dan menghindari timbulnya komplain dari konsumen,” ujar Dr. Nurdin.
Kepala Disperindagkop UKM, Suli Rosadi, menambahkan bahwa banyak permasalahan ditemukan di lapangan karena pelaku UMKM belum teredukasi sepenuhnya tentang pendistribusian produk yang dijual. Salah satu contohnya adalah produk kaleng yang sudah penyok atau rusak yang seharusnya sudah tidak layak jual.
“Produk kaleng yang sudah penyok, meskipun kondisi makanan di dalamnya tidak rusak, tetap produk tersebut tidak layak dijual. Permasalahan-permasalahan ini lah yang harus diedukasi kepada pelaku UMKM. Agar mereka mengetahui bagaimana proses retur yang baik, dan mengetahui proses hukumnya juga,” jelas Suli Rosadi.
Diharapkan, dengan adanya sosialisasi ini, pelaku UMKM dapat mengaplikasikan informasi yang disampaikan oleh narasumber. Sehingga, proses jual beli menjadi nyaman dan aman bagi semua pihak.
“Mudah-mudahan, dengan pelatihan ini pelaku UMKM dapat lebih teliti dan mengaplikasikan informasi yang disampaikan oleh narasumber. Ke depan, seluruh UMKM di Kota Tangerang juga akan kami undang untuk mengikuti pelatihan ini secara bertahap,” tutupnya. (wil/ris)







