NIAS BARAT | Harian Merdeka
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meresmikan Jembatan Idano Noyo di Desa Tuwuna, Kabupaten Nias Barat, Rabu (11/2) malam, usai dinyatakan rampung. Infrastruktur penghubung utama sepanjang 95 meter dengan lebar 9 meter itu dibangun dengan anggaran Rp46,7 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2025.
Peresmian dilakukan sekitar pukul 20.00 WIB, ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Bobby Nasution bersama para kepala daerah se-Kepulauan Nias. Momen tersebut disambut antusias ratusan warga yang telah lama menantikan beroperasinya kembali jembatan vital tersebut.
Kehadiran Jembatan Idano Noyo menandai berakhirnya masa sulit masyarakat yang selama berbulan-bulan terkendala akses transportasi akibat kerusakan parah hingga roboh diterjang banjir bandang.
Kondisi itu sebelumnya sempat menghambat mobilitas warga, distribusi logistik, aktivitas ekonomi, hingga pelayanan dasar di sejumlah wilayah. Kini, arus kendaraan, pengangkutan hasil pertanian, serta aktivitas perdagangan kembali berjalan normal.
“Malam ini menjadi momen penting bagi masyarakat Kepulauan Nias, khususnya Nias Barat. Jembatan yang sebelumnya rusak dan roboh akibat banjir bandang kini telah selesai dibangun, kembali berdiri kokoh, dan resmi difungsikan untuk melayani mobilitas masyarakat,” ujar Bobby dalam sambutannya.
Menurut Bobby, pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah daerah, kontraktor, hingga partisipasi aktif masyarakat.
“Terima kasih atas kolaborasi seluruh pihak, termasuk masyarakat yang dengan tulus menyumbangkan tanahnya demi terwujudnya pembangunan ini. Mari kita jaga dan manfaatkan infrastruktur ini dengan sebaik-baiknya demi Nias yang semakin maju dan sejahtera,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar merawat jembatan dan jalan yang telah diperbaiki supaya manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Sementara itu, warga Nias Barat, Sona Gulo, mengaku bersyukur atas rampungnya pembangunan jembatan tersebut. Ia menilai kehadiran Jembatan Idano Noyo sangat krusial bagi kehidupan masyarakat, terutama bagi petani dan pelaku usaha kecil.
“Selama jembatan rusak, kami kesulitan membawa hasil kebun dan harus memutar jauh. Biaya transportasi naik, waktu tempuh lama. Sekarang akses sudah normal kembali, ekonomi pasti lebih bergerak,” ujar Sona.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur Bobby Nasution yang sudah memperhatikan Nias Barat. Pembangunan ini sangat berarti bagi kami. Semoga ke depan semakin banyak program yang membantu masyarakat di daerah kita,” katanya.
Dengan beroperasinya kembali Jembatan Idano Noyo, pemerintah berharap konektivitas antarwilayah di Nias Barat semakin kuat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(Adi).







