Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 4 Nov 2025 17:24 WIB ·

Anggota DPRD Yobedi Laowo Kritik Bungkamnya Bulog Soal Beras SPHP


Anggota DPRD Yobedi Laowo Kritik Bungkamnya Bulog Soal Beras SPHP Perbesar

GUNUNGSITOLI | Harian Merdeka

Kelangkaan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog di wilayah Kota Gunungsitoli selama sebulan terakhir menuai sorotan dari berbagai kalangan. Kinerja Kepala Cabang Bulog Gunungsitoli, Khoirudin Lubis, dipertanyakan lantaran dinilai tertutup dan tidak responsif terhadap keresahan masyarakat.

Anggota DPRD Kota Gunungsitoli, Yobedi Laowo, menyesalkan sikap pasif Khoirudin Lubis yang enggan memberikan penjelasan meski telah berulang kali dikonfirmasi wartawan terkait kelangkaan beras subsidi tersebut.

“Pak Kacab Bulog mestinya bersikap kooperatif. Ketika muncul persoalan kelangkaan dan dugaan penyalahgunaan beras SPHP, dia seharusnya memberikan penjelasan terbuka kepada pers agar publik mendapat informasi yang jelas,” ujar Yobedi kepada wartawan, Senin (3/11/2025).

Yobedi mengingatkan pentingnya penerapan dan pemahaman Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang menjamin hak masyarakat memperoleh informasi akurat dan benar. Ia juga meminta Pemerintah Kota Gunungsitoli turun tangan melakukan koordinasi dengan Bulog untuk mencari solusi bersama.

Politisi Partai Nasdem itu menegaskan, apabila ditemukan pihak-pihak yang memanfaatkan beras Bulog untuk kepentingan pribadi, aparat penegak hukum harus bertindak tegas. “Kalau benar ada penyalahgunaan, kami minta Kepala Bulog Sumut mencopot Khoirudin Lubis karena dinilai gagal menjalankan tugas dan tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kepulauan Nias,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Gunungsitoli, Darmawan Zagoto, menepis alasan kelangkaan beras SPHP. Menurutnya, stok beras di gudang Bulog Cabang Gunungsitoli masih mencukupi. Namun Darmawan memastikan informasi ini, akan segera di kokrdinasika dengan Kacab Bulog Gunungsitoli.

“Data terakhir menunjukkan stok sekitar 1.000 ton, dan awal November ini akan masuk tambahan 7.000 ton. Jadi seharusnya tidak ada kelangkaan,” kata Darmawan.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat lebih dari 130 agen mitra Bulog yang menyalurkan beras SPHP di wilayah Gunungsitoli. Darmawan juga menegaskan, harga eceran tertinggi (HET) beras SPHP adalah Rp65 ribu per 5 kilogram, dan pelanggaran atas ketentuan itu bisa dijerat pidana.

Terkait dugaan beras oplosan, pihaknya mengaku rutin melakukan pengawasan di sejumlah titik penjualan. “Kami terus mengumpulkan data dan akan menindaklanjuti bekerja sama dengan Polres Nias,” ujar Darmawan.(adi)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Salak Heritage Club Sambangi MPR RI, Bahas Pelestarian Sejarah

16 April 2026 - 12:11 WIB

Waspada Penipuan, Dirlantas Polri Pastikan Pemutihan Pajak Motor 2026 Gratis Hoaks

16 April 2026 - 11:54 WIB

Jatuh Korban Jiwa di Proyek Karian Dam-Serpong Water, BCW : Usut Tuntas

15 April 2026 - 12:51 WIB

Kasus Sri Rahayu Mengguncang Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana Janji Investigasi

15 April 2026 - 12:48 WIB

Kepala BGN Dadan Tegaskan Pengadaan Barang Secara Transparan

14 April 2026 - 17:00 WIB

Politisi Nasdem Wahidin Alim Soroti Penempatan Jemaah Haji di Banten Dianggap Kurang Proposional

14 April 2026 - 16:57 WIB

Trending di Nasional