Menu

Mode Gelap
Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi Isra Miraj Jadi Momentum Pertobatan Ekoteologis, Menag Ajak Umat Berhenti Merusak Alam

Ekbis · 18 Des 2025 12:17 WIB ·

Bank Dunia Revisi Turun Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026


Bank Dunia Revisi Turun Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Bank Dunia atau World Bank merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026. Dalam laporan Indonesia Economic Prospects edisi Desember 2025, Bank Dunia memperkirakan ekonomi Indonesia hanya akan tumbuh sekitar 5 persen pada 2026, lebih rendah dari ekspektasi sebelumnya yang mencapai 5,2 persen.

Dalam laporan tersebut, Bank Dunia menyebut perekonomian Indonesia diperkirakan tumbuh di kisaran 5 persen hingga 2026, sebelum kembali meningkat menjadi 5,2 persen pada 2027. Penyesuaian proyeksi ini dipengaruhi oleh berbagai tantangan struktural, terutama yang masih membayangi pasar tenaga kerja.

Laporan bertajuk Digital Foundations for Growth itu juga mencatat kinerja ekonomi Indonesia sepanjang sembilan bulan pertama 2025 tetap solid. Pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5 persen, ditopang oleh investasi yang kuat serta kontribusi positif dari ekspor neto. Angka tersebut sekaligus merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi 2025 dari sebelumnya 4,7 persen yang dirilis pada Juni 2025.

Direktur Divisi Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Carolyn Turk, menilai stabilitas makroekonomi yang terjaga serta kebijakan yang relatif akomodatif menjadi faktor pendukung utama pertumbuhan tersebut.

“Reformasi struktural dapat membuka potensi produktivitas dan mendorong penciptaan lapangan kerja dengan upah yang lebih baik,” ujar Carolyn Turk dalam peluncuran laporan di Jakarta.

Menurutnya, peningkatan keterampilan tenaga kerja, penguatan persaingan usaha, serta perbaikan iklim investasi melalui pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci untuk menciptakan lapangan kerja bernilai tambah tinggi.

Meski inflasi dinilai tetap terkendali dan disiplin fiskal masih terjaga, Bank Dunia menyoroti adanya tekanan berkelanjutan di pasar tenaga kerja. Berdasarkan data periode Agustus 2024 hingga Agustus 2025, seluruh pekerjaan baru yang tercipta masih terkonsentrasi di sektor dengan tingkat upah rendah.

Selain itu, laporan tersebut mencatat upah riil rata-rata mengalami penurunan sekitar 1,1 persen per tahun sepanjang periode 2018–2024. Kondisi ini dinilai berpotensi menekan daya beli dan kesejahteraan rumah tangga.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang lebih optimistis. Untuk 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan sebesar 5,4 persen. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan menyebut peluang pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen terbuka, asalkan didukung oleh reformasi struktural dan penguatan investasi.

Sementara itu, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada dalam rentang 4,9 persen hingga 5,7 persen. Perbedaan proyeksi antar lembaga ini mencerminkan tingkat ketidakpastian yang masih tinggi, baik dari faktor global maupun domestik, khususnya terkait kualitas penciptaan lapangan kerja dan ketahanan daya beli masyarakat. (Fj)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

​ANFREL: Revolusi Gen Z di Bangladesh Jadi Simbol Kebangkitan Demokrasi Asia

15 Februari 2026 - 01:53 WIB

​Menelusuri Jejak Kebocoran Dana Desa: Daftar Menteri Desa 2014-2026 yang Kini Jadi Sorotan

15 Februari 2026 - 01:38 WIB

​Pakar Hukum Soroti Penyegelan Senayan: Langkah Bea Cukai Jakarta Langgar Prosedur Hukum?

15 Februari 2026 - 01:33 WIB

​Ketua Umum APKLI-P: Sertifikasi Halal Adalah Kunci PKL dan UMKM Naik Kelas

14 Februari 2026 - 22:14 WIB

Pegadaian Bantah Kelangkaan, Stok Emas Dipastikan Cukup

13 Februari 2026 - 16:54 WIB

Mentan: Surplus Produksi Cabai Jaga Ketersediaan Selama Ramadan dan Lebaran

13 Februari 2026 - 15:40 WIB

Trending di Ekbis