Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 20 Nov 2025 16:47 WIB ·

Banyak BUMN Tak Bermutu, Makan Biaya


Banyak BUMN Tak Bermutu, Makan Biaya Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Pemerintah menyoroti banyaknya perusahaan pelat merah atau BUMN yang saat ini mencatatkan kerugian. Padahal jumlah BUMN cukup banyak.

Wakil Ketua Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Aminuddin Ma’ruf mengatakan, pihaknya punya peran besar untuk memastikan bahwa perusahaan-perusahaan pelat merah ini dalam kondisi yang sehat.

Sayangnya, hingga kini baru sedikt BUMN yang mampu berkontribusi  memberikan dividen kepada negara. Dari total 70%-80% total dividen yang disetorkan ke negara dari BUMN, disumbang oleh hanya sekitar 8 perusahaan.

“Yang lainnya, kalau bahasa anak pesantren itu ‘La Yamutu Wala Yahya’, tidak bermutu makan banyak biaya,” kata Aminuddin, dalam agenda Business Forum di Hotel Westin Jakarta, dikutip detikcom, Rabu (19/11).

Senada, Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Pandu Sjahrir, mengatakan hanya sedikit perusahaan pelat merah yang berkontribusi memberikan dividen. Sedangkan 52% di antaranya justru mencatat kerugian.

“Dari 1.060 perusahaan yang ada di bawah Danantara, yang memberikan dividen itu hanya 95% datang dari 8. Less than 1% (setor dividen), yang rugi minimum 52%,” ujar Pandu, dalam sesi panel.

Menurut Pandu, sudah menjadi tugas Danantara untuk memperbaiki BUMN yang mengalami kerugian tersebut. Perbaikan tersebut salah satunya dengan konsolidasi atau penggabungan perusahaan.

Ia juga menambahkan, beberapa jenis bisnis BUMN yang sama akan dikonsolidasikan sebagai bagian dari penyehatan. Contoh rumah sakit pelat merah akan disatukan untuk menjadi skala bisnis internasional.

“Ini contoh, rumah sakit, kita masa Pertamina punya rumah sakit banyak sekali. Bisnisnya oil and gas, kok punya rumah sakit. Itu sekarang kita speed up, kita bikin Danantara Hospital Group yang sebenarnya,” jelas Pandu. (jr)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Prestasi Gemilang, PERUMDAM TKR Raih TOP BUMD Awards.

16 April 2026 - 12:01 WIB

Cara Negara Memperkaya Oligarki Sawit Lewat Alokasi Volume Biodiesel B50

15 April 2026 - 13:02 WIB

Sertijab Pejabat Polres Nias, Kabag SDM Kini Dijabat AKP Sonahami Lase

15 April 2026 - 12:59 WIB

Pupuk Kaltim Sahkan PKB 2026–2028, Menaker Beri Apresiasi

15 April 2026 - 12:56 WIB

Kenaikan Harga Plastik Bikin Pedagang Kecil Menjerit

13 April 2026 - 13:40 WIB

Kementerian ESDM : Pengembangan Blok Masela untuk Melindungi Kedaulatan Ekonomi Indonesia

13 April 2026 - 13:10 WIB

Trending di Ekbis