Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Ekbis · 31 Okt 2025 20:46 WIB ·

Beras SPHP Bulog Diduga Dimainkan, Warga Desa di Gunungsitoli Kesulitan Mendapatkan


Beras SPHP Bulog Diduga Dimainkan, Warga Desa di Gunungsitoli Kesulitan Mendapatkan Perbesar

GUNUNGSITOLI | Harian Merdeka

Penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog di wilayah Kota Gunungsitoli diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sejumlah agen dan masyarakat di desa-desa mengaku sudah lebih dari sebulan tidak lagi menerima pasokan beras murah dari Bulog.

Seorang agen beras SPHP mitra Bulog di Kecamatan Gunungsitoli Barat, yang enggan disebut namanya, mengatakan pasokan terakhir mereka terima pada awal September lalu. “Setelah itu, tidak ada lagi distribusi dari Bulog. Kami sudah beberapa kali menanyakan, tapi jawabannya selalu tunggu,” ujarnya, Kamis, 30 Oktober 2025.

Kondisi itu membuat masyarakat, terutama keluarga prasejahtera, kesulitan memperoleh beras dengan harga terjangkau. Beberapa warga mengaku harus membeli beras non-SPHP di pasaran dengan harga yang jauh lebih tinggi, berkisar Rp 70 ribu lebih per karung ukuran 5 kilo gram.

“Kami biasanya beli beras Bulog Rp 63 ribu per satu karung ukuran 5 kilogram, tapi sekarang sudah tidak ada. Kalau pun ada, tapi harganya naik Rp 70 ribu,” kata, salah seorang warga.

Bulog Cabang Gunungsitoli yang dikonfirmasi belum memberikan penjelasan resmi. Namun sumber menyebut ada dugaan permainan dalam penyaluran beras SPHP oleh sejumlah pihak di tingkat distributor maupun pengecer.

“Distribusi semestinya tepat sasaran, tapi di lapangan ada indikasi penimbunan dan penjualan di luar ketentuan,” kata sumber itu.

Pemerhati kebijakan publik di Kepulauan Nias, Petrus Gulo SE, mendesak pemerintah daerah dan Satgas Pangan segera turun tangan untuk menelusuri penyebab kelangkaan beras SPHP di desa-desa. “Jangan sampai program pemerintah untuk menstabilkan harga pangan justru dimanfaatkan pihak tertentu untuk mencari keuntungan pribadi,” ujarnya kepada media Harian Merdeka, Jumat (31/10/2025).

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Bulog maupun Pemerintah Kota Gunungsitoli terkait dugaan tersebut. Kepala Cabang PT Bulog Gunungsitoli, Khoruddin Lubis bungkam seribu bahasa.

Salah seorang petugas jaga bernama Fikri dijumpai jurnalis media ini di Kantor Bulog Gunungsitoli, Jalan Yoss Sudarso Ombolata Ulu Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, pada Jumat pagi (31/10/2025), Khoiruddin Lubis tidak bisa ditemui. Alasannya, sedang berada diluar kantor bersama seluruh pegawai acara seremonial gathering kantor.

Telfon dan pesan singkat melalui aplikasi whatsapp yang di kirim jurnalis media ini ke nomor Kacab Khoirudin, meski nada tersambung namun tidak diangkat, begitu juga pesan singkat tak dibalas.

Penulis : Adi Laoli
Kontributor Media Harian Merdeka

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Prestasi Gemilang, PERUMDAM TKR Raih TOP BUMD Awards.

16 April 2026 - 12:01 WIB

Cara Negara Memperkaya Oligarki Sawit Lewat Alokasi Volume Biodiesel B50

15 April 2026 - 13:02 WIB

Sertijab Pejabat Polres Nias, Kabag SDM Kini Dijabat AKP Sonahami Lase

15 April 2026 - 12:59 WIB

Pupuk Kaltim Sahkan PKB 2026–2028, Menaker Beri Apresiasi

15 April 2026 - 12:56 WIB

Kenaikan Harga Plastik Bikin Pedagang Kecil Menjerit

13 April 2026 - 13:40 WIB

Kementerian ESDM : Pengembangan Blok Masela untuk Melindungi Kedaulatan Ekonomi Indonesia

13 April 2026 - 13:10 WIB

Trending di Ekbis