Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Kesehatan · 4 Feb 2026 11:54 WIB ·

BGN dan Kemensos Garap MBG Khusus Lansia


BGN dan Kemensos Garap MBG Khusus Lansia Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Kementerian Sosial bersama Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mematangkan rencana program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus bagi lanjut usia. Program tersebut akan menyasar lansia berusia 75 tahun ke atas, terutama yang tinggal seorang diri.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan BGN untuk memfinalisasi skema pelaksanaan program tersebut. Pemerintah menempatkan kelompok lansia rentan sebagai prioritas utama dalam tahap awal implementasi.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Kepala BGN, Prof Dadan, untuk mematangkan rencana makan bergizi gratis untuk lansia yang usianya di atas 75 tahun dan tinggal sendirian. Kalau alokasinya sudah habis nanti baru di bawah 75 tahun,” kata Saifullah Yusuf di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Selanjutnya, Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa Kementerian Sosial saat ini sedang melakukan pendataan secara menyeluruh di daerah. Pendataan tersebut mencakup kondisi tempat tinggal, status sosial, serta kebutuhan lansia yang akan menjadi sasaran program.

Setelah proses pendataan rampung, Kementerian Sosial akan menyerahkan data tersebut kepada Badan Gizi Nasional untuk ditindaklanjuti dalam tahap pelaksanaan.

“Jadi di SPPG yang ada di sekitar itu juga nanti melayani lansia dan penyandang disabilitas sesuai dengan data yang kami miliki atau data yang kami serahkan,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan mekanisme distribusi makanan bergizi langsung ke rumah-rumah lansia. Saifullah Yusuf menyebut pendamping lansia akan menjadi ujung tombak penyaluran MBG, meski saat ini para pendamping tersebut masih menjalani proses asesmen dan pelatihan.

“Kita awali dengan pelatihan-pelatihan dulu tapi sebelum mereka misalnya belum selesai mengikuti pelatihan, ya kita akan menggunakan tenaga-tenaga yang mengirim ke rumah-rumah lansia dan penyandang disabilitas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Saifullah Yusuf memastikan bahwa anggaran program Makan Bergizi Gratis untuk lansia sepenuhnya bersumber dari Badan Gizi Nasional. Sementara itu, Kementerian Sosial akan berfokus pada aspek pendataan, pendampingan, serta distribusi kepada penerima manfaat.

“Anggarannya nanti kita jadikan satu di BGN, sementara kami menyiapkan yang mengantarkan, yang merawat,” ujarnya.

Program MBG lansia tersebut diharapkan dapat memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok usia lanjut sekaligus memastikan pemenuhan gizi yang layak bagi lansia rentan di berbagai daerah. (fj)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Curhat Keluarga Pasien soal RSUD Thomsen Nias Ramai di Medsos, Ini Klarifikasi Rumah Sakit

25 Mei 2026 - 12:11 WIB

Dinkes Tangsel Ingatkan Warga Bahaya Penyakit Virus Hantavirus, Perhatikan Lingkungan

18 Mei 2026 - 10:48 WIB

Mengenal Hantavirus: Ancaman Kesehatan dari Paparan Tikus yang Perlu Diwaspadai

12 Mei 2026 - 17:08 WIB

Benyamin Targetkan Penurunan Stunting Hingga 2027 Harus Tercapai

5 Mei 2026 - 14:56 WIB

PJR Polda Banten Gerak Cepat Evakuasi Balita Kritis ke RS

12 April 2026 - 21:32 WIB

Sinergi Medis: Residen Senior PPDS FK USU Resmi Bertugas di RSUD dr. M. Thomsen Nias

4 Maret 2026 - 14:35 WIB

Trending di Daerah