Menu

Mode Gelap
Kalangan Industri Keberatan Penerapan KTR di Jakarta Bapanas: Beras Alami Deflasi ASDP Percepat Pengerahan KMP Jatra 1 PSI Buka Rekrutmen Terbuka bagi Tokoh dan Anak Muda yang Berminat Terjun ke Politik Pemerintah Aceh Ajukan Permohonan Bantuan ke UNDP dan UNICEF untuk Penanganan Pascabencana

Pendidikan · 7 Nov 2023 19:32 WIB ·

Biaya Sekolah di SMAN Kabupaten Tangerang “Lebih Mahal” Kok bisa?


Biaya Sekolah di SMAN Kabupaten Tangerang “Lebih Mahal” Kok bisa? Perbesar

TANGERANG | Harian Merdeka

Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri adalah sekolah yang di sediakan pemerintah, untuk menjangkau masyarakat kelas menengah dan bawah yang kurang secara ekonomi agar tetap bersekolah, sekaligus memenuhi program wajib belajar 12 tahun.

Tidak tanggung-tanggung pemerintah pusat dan provinsi, menggelontorkan dana yang tidak sedikit untuk memenuhi segala kebutuhan SMA Negeri agar tetap menerima siswa yang kekurangan secara ekonomi.

Kebijakan pemerintah pusat dan provinsi, tidak disambut baik oleh beberapa kepala sekolah SMA Negeri di kabupaten tangerang, pasal nya masih banyak ditemukan pungutan-pungutan yang mengatasnamakan komite, koperasi bahkan paguyuban orang tua siswa.

GNP Tipikor Kabupaten Tangerang, menemukan bahwa ada upaya-upaya perbuatan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan oleh beberapa oknum kepala sekolah SMA Negeri di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Kita sudah coba bersurat kepada ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Tangerang terkait beberapa temuan dilapangan,”ucap walid ketua GNP Tipikor Kabupaten Tangerang, Selasa (07/11).

Walid menambahkan, seharusnya pihak sekolah dapat menjalankan kewajiban yang diberikan pemerintah, agar membantu dan mensukseskan wajib belajar 12 tahun agar bangsa Indonesia kedepan tidak ada yang putus sekolah kembali.

“Terimakasih sudah menyampaikan informasi untuk SMAN se- Kabupaten Tangerang,”ucap Krisma Dermaki ketua MKKS SMA Kabupaten Tangerang, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WA, Senin (06/11).

Persoalan ini terkesan ada pembiaran oleh dinas terkait, pasalnya ini jadi momok setiap tahun yang menghantui para orang tua siswa.

“Sekolah negeri selalu ada saja alasan untuk setiap kegiatan, bahkan lebih mahal dari swasta,”ucap salah satu orang tua siswa yang tidak ingin disebut namanya.

Beliau menambahkan, belum lagi nanti acara study tour ke luar kota, saya harus merogoh kocek yang tidak sedikit, kalau tidak ikut kasian juga lihat anaknya.

Saat dihubungi melalui pesan singkat WA, Bayuni Kabid SMA Dindik Provinsi Banten tidak merespon dan tidak tanggapan, terkesan alergi saat awak media menghubunginya.

Ini seharusnya menjadi perhatian dindik provinsi Banten, karena permasalahan yang ada setiap tahunnya sampai saat ini belum ada solusinya.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wamenag Buka Peluang Pembelajaran Daring bagi Siswa Terdampak Bencana di Sumatera

15 Desember 2025 - 12:05 WIB

Para Guru Besar dan Civitas Akademika Diajak Rancang Masa Depan Indonesia melalui Transmigrasi 5.0

12 Desember 2025 - 13:39 WIB

Kadin Dukung Pendidikan Kolaboratif untuk Perkuat Industri Pariwisata

10 Desember 2025 - 11:18 WIB

TK Negeri Percontohan Gunungsitoli Genjot Kreativitas Anak Lewat Program Eksternal dan Prestasi Literasi

3 Desember 2025 - 16:14 WIB

Deklarasi Anti Tawuran Digelar, 1.000 Pelajar Berikrar Ciptakan Sekolah Aman dan Kondusif

24 November 2025 - 16:26 WIB

Gubernur Sidak SMAN 9, Ada Apa?

23 November 2025 - 23:13 WIB

Trending di Daerah