JAKARTA | Harian Merdeka
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, memprediksi kenaikan upah minimum hanya 4 % pada tahun 2026.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima KSPI, pemerintah mengusulkan penggunaan indeks tertentu atau alfa pada kisaran 0,3 hingga 0,8. Jika indeks yang digunakan berada di level bawah, yakni 0,3, dengan inflasi sebesar 2,86 persen dan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,02 persen, maka kenaikan upah minimum hanya mencapai sekitar 4,3 persen.
“Tahun lalu, dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang hampir sama, kenaikan upah minimum mencapai 6,5 persen. Masa tahun ini justru turun menjadi 4 persen,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (16/12).
Menurut Said Iqbal, pembahasan terkait Peraturan Pemerintah tentang Pengupahan yang akan menjadi dasar penetapan upah minimum 2026 tidak dilakukan secara partisipatif. Ia menyebut, diskusi dengan serikat buruh hanya dilakukan satu kali pada 3 November 2025 dan berlangsung sekitar dua jam.
“Bagaimana mungkin sebuah aturan strategis yang mengatur upah minimum nasional dibahas hanya satu hari, dua jam, dan itu pun tidak membahas pasal demi pasal. Ini tidak masuk akal dan jelas tidak berpihak kepada buruh,” ujarnya. (Con)







