Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Daerah · 23 Okt 2024 14:54 WIB ·

BPBD Bogor Tiru Jepang Hadapi Bencana


BPBD Bogor Tiru Jepang Hadapi Bencana Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Peringatan dari BMKG terkait ancaman gempa megathrust dan gempar bumi Sesar Baridis direspon serius oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat mengungkapkan, ancaman megathrust dan gempa bumi sesar baridis berpotensi menyasar wilayah bumi tegar beriman. Namun, kejadian gempat tersebut tak bisa diprediksi kapan terjadi.

,”Ini bisa kapan saja terjadi, bisa datang secara tiba-tiba,” ujar Ade Hasrat saat berada di wilayah Kecamatan Megamendung belum lama ini.

Oleh karena itu, guna mengantisipasi terjadinya bencana tersebut pihaknya bersama-sama tergerak untuk melakukan sosialisasi mitigasi bencana sehingga masyarakat menjadi siap dalam menghadapi setiap bencana yang terjadi.

“Bencana tidak bisa dicegah, tapi mengurangi resiko bencana,” ucapnya.

Menurutnya, berdasarkan data penelitian di Jepang menyatakan 45 persen korban selamat akibat bencana karena menyelamatkan diri, 30 persen korban selamat karena diselamatkan keluarga dan 25 persennya diselamatkan oleh tetangga, sementara 5 persennya diselamatkan petugas.

Data seperti ini, lanut Ade, disimpulkan harus menguatkan masyarkaat untuk bisa mengetahui bagaimana mereka bertindak apabila terjadi bencana.

“Ini yang menjadi fokus kami dimana kami melakukan dari mulai program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), itu kita sosialisasi ke anak-anak sekolah, dan kita juga menggerakkan sosialisasi ke desa, membuat destana, keluarga tangguh bencana dan lainya,” bebernya.

Jadi upaya-upaya inilah yang diintervensi kepada 24 kecamatan yang memang rawan bencana.

“Kita memiliki potensi bencana tapi tidak perlu khawatir. Mindsetnya tidak perlu khawatir tapi kekhawatirannya bagiamana mempersiapkan kesiapan ketika ada bencana,” pungkasnya.

Ia mencontoh negara Jepang yang sangat siap jika menghadapi bencana, ini terlihat dari jumlah korban yang dinilai cukup sedikit ketika bencana melanda negeri matahari terbit tersebut.

“Karena mereka sering terkena bencana, jadi mereka tahu bagaimana mengevakuasi diri, dan harus kemana, dan barang apa saja yang harus dibawa,” tambahnya.(jr)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Abah Elang Soroti Rapor Merah Ketenagakerjaan Satu Tahun Ratu Zakiyah

2 Mei 2026 - 13:19 WIB

Arif Rahman Beri Kursi Roda untuk Warga Lumpuh saat Reses di Pandeglang

2 Mei 2026 - 13:13 WIB

Agus Syarifudin Jadi Ketua Mitra Cai Tarunajaya, Fokus Ketahanan Pangan

1 Mei 2026 - 12:35 WIB

Polres Tangerang Selatan Siap Amankan May Day 2026

1 Mei 2026 - 12:33 WIB

Pupuk Kaltim Gandeng Mabes Polri Sosialisasi Sistem Manajemen Pengamanan

29 April 2026 - 11:37 WIB

Dihari Puncak Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62, Lapas Gunungsitoli Berbagi Bansos ke WBP

28 April 2026 - 13:53 WIB

Trending di Daerah