Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Politik · 8 Des 2025 11:38 WIB ·

Bupati Aceh Selatan Dicopot dari Ketua DPC Gerindra


Bupati Aceh Selatan Dicopot dari Ketua DPC Gerindra Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Partai Gerindra mengambil langkah tegas terhadap Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan, Mirwan MS, yang juga menjabat sebagai Bupati Aceh Selatan. Mirwan dicopot dari jabatannya setelah menuai sorotan publik karena berangkat umrah di tengah bencana banjir dan longsor yang melanda 11 kecamatan di wilayah tersebut.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, mengatakan pihaknya telah menerima laporan lengkap mengenai keberangkatan Mirwan ke Mekah pada saat masyarakat masih berada dalam situasi darurat.

“Sangat disayangkan sikap dan kepemimpinan yang bersangkutan. Oleh karena itu, DPP Gerindra memutuskan untuk memberhentikan yang bersangkutan sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan,” ujar Sugiono saat dikonfirmasi, Jumat (5/12).

Mirwan MS menjadi sorotan setelah diketahui tetap berangkat umrah bersama keluarganya pada Selasa (2/12), hanya lima hari setelah ia menerbitkan surat ketidaksanggupan dalam penanganan tanggap darurat banjir dan longsor di daerahnya. Surat bernomor 360/1315/2025 itu diterbitkan pada Kamis (27/11).

Keberangkatan Mirwan dilakukan ketika sebagian warga, terutama di kawasan Trumon, masih bertahan di tenda pengungsian. Aksi tersebut memicu kemarahan warga, terlebih Aceh sedang berada dalam status darurat bencana hidrometeorologi.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Aceh Selatan, Denny Saputra, membenarkan keberangkatan sang bupati. Ia menyebut Mirwan bepergian setelah menilai kondisi wilayah sudah membaik.

“Keberangkatan Bupati Aceh Selatan beserta istri menjalani ibadah umrah tentunya setelah melihat situasi dan kondisi wilayah Aceh Selatan yang sudah stabil, terutama debit air yang sudah surut di pemukiman warga di wilayah Bakongan Raya dan Trumon Raya,” kata Denny.

Namun alasan itu tidak mengurangi kritik publik. Terlebih, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) sebelumnya telah menolak permohonan izin perjalanan luar negeri yang diajukan Mirwan. Permohonan itu disampaikan pada 24 November 2025, namun ditolak karena Aceh sedang dilanda bencana besar.

“Gubernur telah menyampaikan balasan tertulis bahwa permohonan tersebut tidak dapat dikabulkan atau ditolak,” ujar Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, Jumat (5/12) kepada media.

Mualem menilai Aceh Selatan merupakan salah satu wilayah terdampak paling parah dalam bencana banjir dan longsor tahun ini. Bahkan Mirwan sendiri telah menetapkan status tanggap darurat bencana di daerah tersebut.

Dengan keputusan pencopotan dari Gerindra, langkah politik Mirwan ke depan diperkirakan akan semakin mendapat sorotan, terutama terkait kinerjanya sebagai kepala daerah di tengah kondisi darurat.(tfk/hmi)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bli Demer Terima Kunjungan Strategis Fraksi Golkar DPRD Sulsel di Bali

1 Juni 2026 - 13:30 WIB

CBA Soroti Potensi Mark Up Seragam Dinas Rp15,7 Miliar di Kab. Tangerang

1 Juni 2026 - 13:20 WIB

Sewa Hotel DPRD Kab.Tangerang Naik Drastis, KPN: Ekspektasi Ibrahim Realisasi Fir’aun

1 Juni 2026 - 13:08 WIB

Idul adha 1447 H, Golkar DKI Jakarta Distribusikan 117 Hewan Kurban di 5 Wilayah

1 Juni 2026 - 13:00 WIB

Idul adha 1447 H, Golkar DKI Jakarta Distribusikan 117 Hewan Kurban di 5 Wilayah

1 Juni 2026 - 10:58 WIB

Sufmi Dasco Sebut Penambahan Usia Pensiun dalam RUU Polri demi Kesetaraan dengan TNI-Jaksa

28 Mei 2026 - 12:01 WIB

Trending di Politik