Menu

Mode Gelap
Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi Isra Miraj Jadi Momentum Pertobatan Ekoteologis, Menag Ajak Umat Berhenti Merusak Alam

Otomotif · 17 Jan 2026 14:33 WIB ·

BYD Jadikan Indonesia Basis Produksi Utama


BYD Jadikan Indonesia Basis Produksi Utama Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Indonesia kini tidak hanya menjadi pasar kendaraan listrik bagi BYD, tetapi juga menjadi salah satu basis investasi manufaktur terpenting perusahaan asal China itu. General Manager BYD Asia-Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, menegaskan Indonesia menjadi pasar prioritas bagi BYD di kawasan Asia-Pasifik.

“Indonesia adalah salah satu investasi manufaktur overseas terbesar BYD. Dalam dua tahun terakhir, kami menyaksikan langsung perkembangan pasar Indonesia, mulai dari populasi, permintaan, hingga ruang pertumbuhan yang masih sangat besar,” ujar Liu di Zhengzhou, China, Kamis (15/1/2026).

Keseriusan BYD diwujudkan lewat pembangunan pabrik kendaraan listrik di Subang, Jawa Barat. Menurut Liu, investasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang BYD di luar China, bukan sekadar ekspansi untuk mengejar volume penjualan. “Kami menempatkan Indonesia sebagai prioritas untuk investasi lanjutan. Pendekatan kami tidak banyak bicara, tapi membuktikan melalui teknologi, produk, dan ekosistem kendaraan listrik yang nyata,” tambahnya.

Liu menekankan hubungan BYD dengan Indonesia bersifat strategis dan saling menguntungkan. Pabrik di Subang dipastikan akan memproduksi lebih dari satu model kendaraan listrik, meski detail produk masih dievaluasi secara internal.

Di sisi lain, BYD juga memperhatikan karakter dan kebutuhan pasar domestik. Antusiasme konsumen terhadap model BYD yang telah diluncurkan, termasuk Atto 1, menjadi dorongan bagi perusahaan untuk menghadirkan lebih banyak model yang terjangkau bagi pasar Indonesia mulai 2026. “Respons positif publik memberikan kepercayaan diri bagi kami untuk melangkah lebih jauh,” ujar Liu.(rhm/tfk)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

DJKA Turunkan Lokomotif CC300 Tangani Banjir di Jalur KA

19 Januari 2026 - 14:27 WIB

Kendaraan Listrik Berpotensi Membangun Ekonomi Nasional

24 Desember 2025 - 16:01 WIB

BYD Siapkan SUV Tiga Baris Baru, Jadi Model Terbesar dan Termewah dalam Lini Dynasty

2 Desember 2025 - 14:35 WIB

Mobil Jepang Pakai BBM Etanol 10%

20 November 2025 - 16:39 WIB

Dirjen Hubdat Dorong Digitalisasi Transportasi Darat

2 September 2025 - 13:04 WIB

Boeing: Indonesia Diprediksi Butuh 600 Pesawat Baru

28 Agustus 2025 - 11:35 WIB

Trending di Otomotif