JAKARTA | Harian Merdeka
Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan menerjunkan lokomotif CC300 untuk menangani gangguan perjalanan kereta api akibat banjir di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah. Hingga Senin (19/1/2026) pagi, genangan air di KM 88 hingga KM 89 petak Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi terpantau mulai surut.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono, menegaskan pihaknya tetap menerapkan langkah pengamanan meski kondisi lintasan mulai membaik. DJKA memberlakukan pembatasan kecepatan kereta api maksimal 30 kilometer per jam di sisi hulu dan hilir lintasan guna menjamin keselamatan perjalanan.
“Kami akan terus memastikan penanganan serius terhadap gangguan operasional perjalanan kereta api akibat banjir di sejumlah titik di Jawa Tengah yang berdampak pada jalur kereta api, khususnya pada petak Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi ini,” kata Allan dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).
Selain mengoperasikan KA Penolong, DJKA juga mengerahkan personel ke lokasi terdampak. Petugas melakukan mitigasi dampak genangan air, pemantauan intensif kondisi lintasan, serta evaluasi keselamatan jalur. DJKA turut berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan pemerintah daerah setempat.
Allan menyampaikan seluruh langkah tersebut bertujuan mempercepat pemulihan layanan kereta api agar kembali beroperasi secara normal dan aman. Ia menegaskan, upaya ini mencerminkan kehadiran negara dalam menjamin keselamatan transportasi perkeretaapian.
KA Penolong yang digunakan berupa lokomotif CC300 milik DJKA yang didatangkan dari Balai Perawatan Perkeretaapian. Lokomotif buatan PT INKA tersebut dipilih karena memiliki keandalan untuk melintasi dan menangani lintasan yang tergenang air.
“Kami akan terus memastikan layanan kereta api dapat kembali beroperasi secara normal dan aman secepat mungkin. Sementara itu, masyarakat kami harap terus memantau informasi perjalanan kereta api melalui operator terkait,” pungkas Allan. (con)







