Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Pendidikan · 4 Feb 2026 14:29 WIB ·

Cak Imin: Tragedi Siswa SD Bunuh Diri Harus Jadi Cambuk


Cak Imin: Tragedi Siswa SD Bunuh Diri Harus Jadi Cambuk Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka


Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menilai kasus bunuh diri seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, harus menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak. Ia menegaskan tragedi tersebut mencerminkan persoalan serius yang tidak boleh diabaikan.


Abdul Muhaimin Iskandar menyampaikan pernyataan itu di kawasan Gambir, Jakarta, Selasa (3/2/2026) malam. Ia menegaskan seluruh elemen masyarakat dan negara harus menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi bersama.


“Ya, ini harus menjadi cambuk ya,” ujar pria yang akrab disapa Cak Imin.
Selanjutnya, Cak Imin menekankan pentingnya kepekaan sosial dan keterbukaan untuk saling membantu. Ia mengingatkan agar setiap orang dan institusi mudah diakses oleh masyarakat yang membutuhkan pertolongan.


“Kita juga harus cari akar masalah frustrasi sosial itu sudah sejauh mana,” katanya.
Sebelumnya, seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT, mengakhiri hidupnya setelah diduga tidak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10.000. Korban meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya yang berinisial MGT (47).


Dalam surat tersebut, sebagaimana telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, korban menyampaikan pesan perpisahan kepada sang ibu.
“Surat buat Mama **
Mama saya pergi dulu
Mama relakan saya pergi
Jangan menangis ya Mama
Tidak perlu Mama menangis dan mencari, atau mencari saya
Selamat tinggal Mama”.


Lebih lanjut, keluarga mengungkapkan bahwa korban tinggal bersama neneknya. Ibunda korban merupakan orang tua tunggal yang bekerja sebagai petani dan buruh serabutan untuk menghidupi lima orang anak, termasuk korban yang telah meninggal dunia.


Kasus tersebut kini menjadi sorotan publik dan memunculkan keprihatinan luas terkait kemiskinan, akses pendidikan, serta kondisi sosial yang dihadapi anak-anak di daerah. (tfk)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wakil Ketua MPR Firman Soebagyo Soroti Rendahnya Kesejahteraan Guru

29 Mei 2026 - 10:33 WIB

Profil Miracle Hayatullah: Santri Kahf Berprestasi Nasional & Internasional

25 Mei 2026 - 14:44 WIB

Gaji Dosen RI Cuma Rp3,3 Juta: ADI Gugat UU Guru dan Dosen ke MK

25 Mei 2026 - 14:39 WIB

Bupati Zakiyah Naikkan Insentif Guru Ngaji dan Madrasah 50 Persen

18 Mei 2026 - 14:27 WIB

HUT ke-25 PIKA PKT: Usung Semangat Inspiratif dan Perkuat Kepedulian Sosial

12 Mei 2026 - 11:29 WIB

Gaji Tak Layak, Ketua DPRD Tangerang Evaluasi Anggaran untuk Guru Madrasah

11 Mei 2026 - 16:56 WIB

Trending di Pendidikan