Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Pendidikan · 18 Mei 2026 14:27 WIB ·

Bupati Zakiyah Naikkan Insentif Guru Ngaji dan Madrasah 50 Persen


Bupati Zakiyah Naikkan Insentif Guru Ngaji dan Madrasah 50 Persen Perbesar

Serang | Harian Merdeka

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Provinsi Banten, menaikkan insentif sebesar 50 persen setiap bulan bagi guru madrasah dan guru ngaji sebagai wujud komitmen meningkatkan kesejahteraan para pejuang pendidikan di daerah itu.

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, di Serang, Minggu, mengatakan peran guru madrasah sangat strategis dalam kerangka pembangunan daerah, khususnya dalam upaya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan penjaga kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Bahkan di tengah perkembangan zaman dan dinamika industri yang pesat di daerah kita, guru madrasah hadir sebagai benteng moral sekaligus pilar intelektual,” katanya.

Bupati yang akrab disapa Zakiyah itu menjelaskan, kenaikan insentif ini dialokasikan untuk 7.355 guru madrasah dan 8.686 guru ngaji.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang, rincian kenaikan insentif untuk Guru Keagamaan Nonformal yakni Guru Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) 6.190 orang menerima Rp300.000 per bulan naik dari Rp200.000.

Serta guru ngaji 8.686 orang menerima Rp150.000 per bulan naik dari Rp100.000, Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) 1.165 orang menerima Rp150.000 per bulan naik dari Rp100.000.

Selain itu, Pemkab Serang juga memberikan insentif kepada 4.404 Guru Keagamaan Formal Non-ASN yang masing-masing menerima Rp100.000 per bulan. Penerima tersebut mencakup 741 guru Raudhatul Athfal (RA), 1.178 guru Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan 2.206 guru Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Meski peningkatan tersebut diakuinya belum sebanding dengan pengabdian para guru, Bupati berharap langkah ini dapat sedikit meringankan beban dan memacu semangat mengajar. Ia juga berharap kapasitas fiskal daerah ke depan semakin kuat sehingga kesejahteraan pendidik dapat dimaksimalkan.

“Jadikan lah madrasah sebagai pusat perubahan yang mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan daya saing yang tinggi,” tegasnya.

Merespons hal tersebut, Ketua DPD PGMI Raya Kabupaten Serang, Dadang, menyatakan kesiapan nya untuk berinovasi dan mewujudkan lingkungan belajar yang nyaman bagi siswa-siswi madrasah.

“Kita upayakan tempat pendidikan menjadi tempat yang aman dan nyaman. Maka kita evaluasi terus agar menjadikan sekolah ramah anak, sehingga tujuan dan cita-cita pemerintah pusat bisa tercapai,” ujar Dadang. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sejak Maret 2026, SDN Benda Tangerang Tidak Menerima MBG.

17 Juni 2026 - 15:25 WIB

Krisis 2.854 Kelas Rusak dan Anak Putus Sekolah di Serang: Dikritik Tokoh, Dijawab Wabup

17 Juni 2026 - 13:19 WIB

Soal Penghancuran SDN Wolomoni Demi Koperasi , Politisi PDIP Andreas Hugo: Ini Jadi Preseden Buruk Pemerintah

9 Juni 2026 - 11:37 WIB

Fraksi PDIP Tangsel Dorong Disdik Seluruh Seragam Sekolah Gratis Secara Bertahap

9 Juni 2026 - 11:31 WIB

Polda Banten Tegaskan Tak Ada Jalur Titipan dalam Penerimaan Akpol 2026

8 Juni 2026 - 14:23 WIB

Wakil Ketua MPR Lestari Ingatkan Pemerintah Upaya Atasi Angka Putus Sekolah Akibat Gejolak Ekonomi

8 Juni 2026 - 09:57 WIB

Trending di Pendidikan