Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Pendidikan · 29 Jun 2026 11:38 WIB ·

Cak Imin Lepas 175 Lulusan Pesantren BIMA Kuliah ke Luar Negeri


Cak Imin Lepas 175 Lulusan Pesantren BIMA Kuliah ke Luar Negeri Perbesar

Jakarta | Harian Merdeka

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin melepas sekitar 175 lulusan SMA dan MA Unggulan Bertaraf Internasional serta SMK Unggulan Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA), Cirebon, Jawa Barat, yang siap kuliah ke China hingga Tunisia.

Cak Imin kemudian mengingatkan para lulusan bahwa santri di masa depan harus memiliki tiga bekal utama.

“Santri harus memenuhi tiga syarat. Pertama, memiliki skill atau kemampuan. Kedua, memiliki integritas. Ketiga, taat asas terhadap ilmu pengetahuan,” kata dia dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Lebih lanjut dia mengingatkan para lulusan bahwa Indonesia tengah menikmati bonus demografi yang akan menentukan arah bangsa beberapa tahun ke depan.

“Kalau sekarang kalian lulus, berarti pada 2030 kalian sudah mulai memegang kendali. Muhaimin Iskandar boleh gagal, tetapi lulusan BIMA pada 2030 tidak boleh gagal. Modal kalian sangat besar, dan bonus demografi itu mutlak ada di tangan kalian,” katanya mengingatkan.

Ia pun optimistis banyak lulusan pesantren, termasuk BIMA, yang dapat mewujudkan visi Indonesia Emas 2025.

Sementara itu, Pengasuh BIMA Imam Jazuli menjelaskan bahwa selain China dan Tunisia, sebagian santri yang siap kuliah tersebut ada yang kemudian melanjutkan pendidikan ke Rusia dan sejumlah negara di Timur Tengah.

Selain itu, dia mengatakan terdapat 99 santri yang diterima di berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia, dan mayoritas pada program studi umum.

Menurut dia, pilihan program studi para santri tersebut disesuaikan dengan kebutuhan strategis bangsa.

Terlebih, kata dia, pesantren saat ini tidak cukup hanya mencetak santri yang saleh, tetapi juga harus melahirkan generasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi bangsa.

“Saya ingin menggerakkan pesantren-pesantren secara nasional agar memiliki visi yang sama, bukan sekadar mencetak santri yang saleh, melainkan juga mencetak santri yang bermanfaat, membangun negeri, dan menguasai berbagai bidang ilmu yang dibutuhkan negara,” kata dia. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bagi Hafidz, Sekolah Gratis Bukan Sekadar Program Pemerintah, Tapi Harapan yang Membuat Mimpinya Tetap Hidup

17 Juli 2026 - 16:41 WIB

Ajak Mahasiswa Adaptasi Zaman, M Sarmuji: Pancasila Harus Ditumbuhkan Lewat AI dan Media Sosial

16 Juli 2026 - 13:44 WIB

Gubernur Andra Soni Tegaskan Program Sekolah Gratis Utamakan Mutu Pendidikan

15 Juli 2026 - 11:05 WIB

Soroti Kesenjangan Biaya, Golkar Ungkap Dana BOS SD Masih Jauh dari Kebutuhan Layak

14 Juli 2026 - 13:05 WIB

Polemik SPMB Banten, Imron : Hak Dasar Warga Masuk Sekolah “Banyak Masalah”

13 Juli 2026 - 15:30 WIB

Kegiatan Andra Soni bersama Forkopimda,dalam Penandatanganan Komitmen Bersama SPMB Ramah Tahun Ajaran 2026-2027 di Pendopo Gubernur, (KP3B) Curug, Serang, Rabu (3/6/26).

Gubernur Andra Soni : MTQ Tumbuhkan Kecintaan Al Quran dan Perkuat Persatuan

7 Juli 2026 - 11:31 WIB

Trending di Pendidikan