Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 6 Feb 2026 15:19 WIB ·

Cegah Tragedi Sosial, Wamensos Tekankan Akurasi Data Kemiskinan Daerah


Cegah Tragedi Sosial, Wamensos Tekankan Akurasi Data Kemiskinan Daerah Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono, mengimbau pemerintah daerah untuk segera memutakhirkan data kemiskinan secara akurat dan proaktif.

Imbauan itu disampaikan menyusul tragedi seorang siswa SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu disampaikan Wamensos, melalui keterangan resmi, Jumat (6/2/2026).

Wamensos Agus Jabo menegaskan, data kemiskinan yang valid dari tingkat kabupaten dan kota menjadi kunci penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran.

“Kalau datanya tidak akurat, negara bisa terlambat hadir dalam menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat,” ujarnya.

Ia meminta, dinas sosial di daerah proaktif mendata warga kurang mampu agar intervensi bantuan pemerintah sesuai kebutuhan.

Merujuk pada tragedi di NTT, wamensos menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan langkah strategis melalui Program Sekolah Rakyat.

Program itu dirancang khusus untuk menjawab persoalan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu dan miskin ekstrem, agar mereka tidak terbebani biaya sekolah.

“Khusus untuk NTT, di sinilah kemudian Pak Presiden memerintahkan atau membuat Program Sekolah Rakyat itu dalam rangka menjawab masalah-masalah seperti ini,” kata Agus.

Ia meyakini, jika program tersebut dapat menjangkau seluruh siswa dari keluarga kurang mampu, tragedi serupa seharusnya dapat dicegah.

Sebelumnya, seorang siswa SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang mengakhiri hidupnya karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10.000. (Agus).

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Komdigi Pastikan PP Tunas untuk Lindungi Anak dari Risiko Digital

17 April 2026 - 12:14 WIB

Salak Heritage Club Sambangi MPR RI, Bahas Pelestarian Sejarah

16 April 2026 - 12:11 WIB

Waspada Penipuan, Dirlantas Polri Pastikan Pemutihan Pajak Motor 2026 Gratis Hoaks

16 April 2026 - 11:54 WIB

Jatuh Korban Jiwa di Proyek Karian Dam-Serpong Water, BCW : Usut Tuntas

15 April 2026 - 12:51 WIB

Kasus Sri Rahayu Mengguncang Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana Janji Investigasi

15 April 2026 - 12:48 WIB

Kepala BGN Dadan Tegaskan Pengadaan Barang Secara Transparan

14 April 2026 - 17:00 WIB

Trending di Nasional