Menu

Mode Gelap
Helmy Halim, Balon Walikota Tangerang Asal Demokrat : Masyarakat Harus Dilibatkan Dalam Pembangunan Pengurus HNSI Sumut Dan Jajarannya Audiensi Ke Ditpolairud Poldasu Maesyal Rasyid Hadiri Pengajian Akbar dan Pengukuhan Ranting Desa Muslimat NU Kecamatan Teluknaga DPC HNSI Medan Bersama PT Musim Mas Melakukan Reboisasi Bibir Pantai Wilayah Belawan Polsek Teluknaga Amankan Penjual Obat Tramadol

Daerah · 5 Nov 2023 05:35 WIB ·

Cerita Mati Matian di Balik Cikini Raya


Cerita Mati Matian di Balik Cikini Raya Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Pusip) DKI Jakarta mengadakan dialog interaktif bertajuk, Cerita Mati Matian di Balik Cikini Raya, Jumat malam (3/11/2023).

Talkshow menghadirkan dua narasumber, yakni Jose Rizal Manua sebagai budayawan dan Prasodjo Muhammad, penulis dan youtuber.

Kegiatan bincang-bincang yang digelar di gedung Perpustakaan DKI lantai 4, mengupas perjalanan seputar keberadaan Taman Ismail Marzuki.

Cerita diawali berdirinya rumah megah dilengkapi fasilitas kebun binatang milik pelukis tersohor Raden Saleh yang terletak di Jalan Cikini Raya.

Pada 1864, kebun seluas sekitar 10 hektare tersebut dihibahkan menjadi Planten en Dierentuin yang berarti tanaman dan kebun binatang.

Setelah Taman Kebun Binatang Cikini dipindah ke lokasi Taman Margasatwa Ragunan pada 1964, kompleks itu menjadi Taman Ismail Marzuki seperti yang dikenal sekarang.

Kepala Dinas Pusip DKI Jakarta, Firmansyah mengatakan, pihaknya menggelar dialog interaktif bersama budayawan dan penulis buku terkait perspektif berfikir atau kembali mengulik sejarah di seputar kawasan Cikini terutama rumah Raden Saleh yang menyimpan misteri.

Cerita misteri seperti Rumah Tua Raden Saleh di Jalan Cikini Raya saat ini digandrungi anak muda.

“Kami mengajak Prasodjo Muhammad, penulis dan youtuber berdialog seputar misteri di sekitar Cikini. Kegiatan ini juga sebagai ajang memperkenalkan Perpustakaan DKI yang memiliki banyak koleksi buku sejarah, sastra dan budaya kepada generasi muda,” kata Firmansyah, Sabtu (4/11/2023).

Ia berharap semakin banyak penulis muda yang memiliki berbagai konten besama untuk memacu dan memicu generasi muda berkunjung ke Perpustakaan DKI Jakarta.

“Sebab, perpustakaan sebagai bagian sumber informasi yang akan menjadi bekal bagi generasi ke depan memiliki daya saing dan kompetisi,” jelasnya.

Sementara budayawan, Jose Rizal Manua mengapresiasi berbagai kegiatan dengan konten kekinian yang telah digelar di TIM untuk mendekatkan perpustakaan kepada masyarakat khususnya anak muda.

Diharapkan juga, kawasan pusat kesenian TIM secara keseluruhan diminati generasi muda untuk mempelajari berbagai hal di Taman Ismail Marzuki guna menambah pengetahuan, wawasan dan membangun kecerdasan pada individu masing-masing.

“Saya berharap generasi muda tetap belajar sejarah untuk memperkaya wawasan, rajin berkunjung ke perpustakaan sebagai sumber segala pengetahuan,” tegasnya.(hab/bj/hmi)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Helmy Halim, Balon Walikota Tangerang Asal Demokrat : Masyarakat Harus Dilibatkan Dalam Pembangunan

20 Juli 2024 - 15:07 WIB

Pengurus HNSI Sumut Dan Jajarannya Audiensi Ke Ditpolairud Poldasu

20 Juli 2024 - 11:11 WIB

Plh Sekda Buka Kegiatan Peringatan Harganas ke 31

19 Juli 2024 - 13:03 WIB

Polsek Pasar Kemis Laksanakan Gatur Lalin Sore Hari

19 Juli 2024 - 12:53 WIB

Tutup Festival Al-A’zhom, Pemkot Menyantuni 1446 Anak Yatim

19 Juli 2024 - 11:28 WIB

Ketua RW dan RT Didorong Jadi Garda Terdepan, Penegakan Peraturan di Kota Tangerang

19 Juli 2024 - 11:11 WIB

Trending di Daerah