Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Internasional · 3 Sep 2025 13:12 WIB ·

China Sebut Prabowo Tak Hadir di KTT SCO


China Sebut Prabowo Tak Hadir di KTT SCO Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

China menyebut Presiden Indonesia, Prabowo Subianto tak menghadiri knonferensi tingkat tinggi Organisasi Kerja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organisation/ CSO) di Tianjin pada 31 Agustus-1 September. Prabowo digantikan Menteri Luar Negeri Sugiono.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun mengatakan dirinya memperhatikan perkembangan terbaru di Indonesia termasuk gelombang demonstrasi yang terjadi di beberapa hari dan sejumlah daerah.

“Kami memperhatikan perkembangan terbaru di Indonesia dan yakin bahwa, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah Indonesia punya kemampuan untuk menangani situasi dalam negeri dengan baik dan memulihkan stabilitas sedini mungkin,” kata Guo pada Senin (1/9), dikutip China Daily.

Dia juga berharap Indonesia akan mengambil langkah efektif untuk menjamin keselamatan dan keamanan institusi China di Indonesia.

Sementara itu, Sugiono menyampaikan permintaan maaf ke Presiden Xi Jinping lantaran Prabowo tak bisa hadir.

“Kami mengucapkan terima kasih dan permintaan maaf juga karena Presiden Prabowo tidak bisa hadir pada ‘SCO Summit Plus’ pada sore hari ini dan tadi juga saya menyampaikan langsung kepada Presiden Xi Jinping,” ujar Menlu Sugiono di Tianjin Meijiang International Convention and Exhibition Center.

Dalam sepekan terakhir, gelombang demonstrasi terjadi di Indonesia. Mulanya, pedemo protes kenaikan tunjangan anggota DPR dan menolak kenaikan pajak di tengah ekonomi yang morat-marit.

Demo terus berlanjut hingga ada insiden pengemudi ojek online Affan Kurniawan dilindas hingga tewas oleh kendaraan taktis (rantis) Brimob pada 28 Agustus. Hari berikutnya, demo meluas menuntut keadilan Affan dan direspons dengan gas air mata serta meriam air.

Unjuk rasa di beberapa kota seperti Jakarta, Bandung, Solo, Yogyakarta, diwarnai bentrok. Per 1 September, polisi menangkap 3.195 orang dalam demo yang berlangsung di sejumlah daerah di Indonesia.

Sementara itu, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta mencatat 20 orang masih hilang dalam demonstrasi. Sejauh ini, 10 orang meninggal dalam gelombang demonstrasi sepekan terakhir. (jr)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Aksi Heroik PMI Selamatkan Lansia di Korsel, Sugianto Dapat Apresiasi dan Bertemu Presiden

2 April 2026 - 15:12 WIB

PDIP Nilai Pemerintah Berupaya Kembalikan Politik Luar Negeri ke Prinsip Awal

30 Maret 2026 - 18:03 WIB

Presiden Prabowo Subianto Bertolak ke Jepang, Dijadwalkan Bertemu Kaisar Naruhito

30 Maret 2026 - 17:53 WIB

Presiden Prabowo Pimpin Taklimat Nasional: Fokus pada Stabilitas dan Keamanan Geopolitik Global

10 Maret 2026 - 13:40 WIB

Bentuk Solidaritas Internasional, PSI Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Pemimpin Iran

9 Maret 2026 - 13:11 WIB

Langkah Diplomasi Prabowo: Pakistan dan UEA Beri Sinyal Positif untuk Mediasi Konflik Iran

6 Maret 2026 - 15:38 WIB

Trending di Internasional