Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 25 Feb 2026 15:08 WIB ·

Debat Prabowo vs BEM UGM, IndexPolitica: Di Maiyah, Bukan di Panggung Politik


Debat Prabowo vs BEM UGM, IndexPolitica: Di Maiyah, Bukan di Panggung Politik Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Direktur Eksekutif IndexPolitica, Alip Purnomo, secara terbuka mendukung tantangan Presiden BEM KM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, untuk berdebat langsung dengan Presiden Prabowo Subianto terkait polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Alip, debat terbuka justru menjadi jalan paling sehat untuk meredakan ketegangan antara pemerintah dan mahasiswa yang belakangan memanas di ruang publik.

“Debat adalah obat demokrasi paling manjur. Daripada saling sindir di media, lebih baik duduk bersama, berbicara langsung, dan diuji argumennya di hadapan publik,” ujar Alip dalam keterangannya, Selasa (24/2).

Ramadan dan Tradisi Dialog

Momentum Ramadan, kata Alip, menjadi waktu yang tepat untuk membuka ruang dialog yang lebih jernih dan reflektif.

“Mumpung Ramadan, bulan mencari hikmah, debat ini bisa menjadi contoh politik yang beradab. Kritik mahasiswa dijawab dengan argumentasi, bukan dengan ketersinggungan,” katanya.

Maiyah: Ruang Demokrasi Dua Generasi

IndexPolitica mengusulkan agar debat tersebut tidak digelar di forum politik formal atau panggung televisi, melainkan di forum kebudayaan Maiyah yang diasuh budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun).

“Asal lokasinya di Maiyah, bukan di Amerikiyah,” ujar Alip.

Menurutnya, usulan ini bukan tanpa alasan. Tiyo dinilai sebagai hasil kaderisasi kultural komunitas Maiyah, sementara Presiden Prabowo Subianto sendiri tercatat pernah hadir dan mengikuti forum Maiyah sebelum menjadi presiden.

“Artinya keduanya memiliki titik temu kultural yang sama. Tiyo lahir dari proses sinau di Maiyah, sementara Prabowo juga pernah hadir di ruang dialog itu. Jadi mereka bukan dua dunia yang asing satu sama lain,” jelas Alip.

Ia menilai Maiyah merupakan ruang dialog egaliter yang memungkinkan kritik politik bertemu dengan kebijaksanaan budaya.

“Di Maiyah tidak ada hierarki kekuasaan. Presiden dan mahasiswa duduk sebagai manusia yang sama-sama belajar. Kritik politik bisa dijawab melalui tindakan budaya,” tambahnya.

Kritik sebagai Energi Demokrasi

Alip menegaskan kritik mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman.

“Kritik adalah nutrisi demokrasi. Pemerintah tidak perlu alergi. Justru dialog terbuka akan memperkuat legitimasi kebijakan,” ujarnya.

Menurutnya, jika debat tersebut benar-benar terjadi, publik akan menyaksikan model baru komunikasi politik antara negara dan generasi muda.

Politik Bertemu Kebudayaan

IndexPolitica menilai Indonesia memiliki tradisi dialog berbasis kebudayaan yang kuat, namun jarang dimanfaatkan dalam praktik politik modern.

“Politik kita terlalu sering formal dan defensif. Padahal tradisi kita adalah musyawarah kultural. Maiyah adalah salah satu ruang hidup tradisi itu,” kata Alip.

Ia berharap polemik MBG justru menjadi momentum mempertemukan kekuasaan dan kritik dalam suasana yang lebih dewasa.

“Ramadan adalah waktu terbaik untuk menunjukkan bahwa kekuasaan tidak alergi kritik. Jika presiden dan mahasiswa bertemu di Maiyah, itu bukan sekadar debat, tetapi pendidikan demokrasi bagi seluruh bangsa,” pungkasnya. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sebut Proyeksi BI Cuma Pembelaan Diri, CBA Desak Perry Warjiyo Mundur Jika Rupiah Anjlok

5 Juni 2026 - 10:40 WIB

Pupuk Kaltim Borong Tiga Penghargaan TOP CSR Awards 2026

5 Juni 2026 - 10:38 WIB

Resmi Dilantik, Kapolda Metro Jaya Minta 993 Bripda Baru Jaga Integritas

5 Juni 2026 - 10:24 WIB

Dipimpin Sufmi Dasco, Paripurna DPR Resmi Sahkan Revisi UU P2SK

4 Juni 2026 - 13:45 WIB

PBHI Jakarta Apresiasi Penegakan Hukum di Era Prabowo

4 Juni 2026 - 13:20 WIB

Adaptasi dengan Perubahan Tatanan Global dan Evolusi Kecerdasan Buatan

4 Juni 2026 - 12:22 WIB

Trending di Politik