PANDEGLANG | Harian Merdeka
Anggota Komisi IV DPRD Pandeglang, Maman Hermawan, menyampaikan kekecewaan mendalam terkait anggaran makan dan minum (mamin) Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pandeglang yang mencapai Rp 7,8 miliar pada APBD 2025.
Menurut politisi PDI Perjuangan ini, besarnya anggaran tersebut sangat ironis mengingat masih banyak sekolah di Pandeglang yang kondisinya rusak dan tidak layak pakai.
“Masih banyak gedung sekolah yang memprihatinkan di Pandeglang. Mestinya anggaran difokuskan memperbaiki infrastruktur tersebut,” ujar Maman.
Ia menilai alokasi dana yang tidak tepat sasaran ini sangat menyakiti hati masyarakat, apalagi di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang tidak stabil.
“Ini melukai perasaan masyarakat di saat kabupaten kita sedang menghadapi tantangan efisiensi anggaran,” tegas Maman.
Sebagai anggota Komisi IV yang membidangi Dindikpora, Maman mengungkapkan bahwa pihaknya selalu mendorong agar anggaran digunakan untuk hal-hal yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami di Komisi IV selalu menyarankan agar anggaran diprioritaskan untuk kebutuhan yang benar-benar dirasakan masyarakat Pandeglang,” ujarnya.
Pernyataan ini menambah sorotan publik terhadap pengelolaan anggaran Dindikpora, menyusul kontroversi sebelumnya terkait anggaran PJU dan pengadaan laptop yang dinilai bermasalah.
Masyarakat kini menunggu langkah nyata DPRD untuk mengawasi dan mengevaluasi penggunaan anggaran agar lebih efektif dan berpihak pada kepentingan publik.(Hab)







