Menu

Mode Gelap
Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi Isra Miraj Jadi Momentum Pertobatan Ekoteologis, Menag Ajak Umat Berhenti Merusak Alam

Daerah · 23 Jan 2026 15:05 WIB ·

Drainase Buruk Picu Bencana Berkepanjangan


Drainase Buruk Picu Bencana Berkepanjangan Perbesar

LEBAK | Harian Merdeka

Banjir setinggi sekitar 50 sentimeter kembali merendam permukiman warga di Kampung Gendulen, Desa Sukatani, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (23/1/2026). Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari, ditambah buruknya sistem drainase, menjadi penyebab utama luapan air yang menggenangi rumah warga.

Air banjir berasal dari kubangan atau balong yang meluap karena tidak memiliki saluran pembuangan memadai. Akibatnya, genangan air tetap berada di rumah warga untuk waktu yang lama dan belum sepenuhnya surut hingga saat ini.

Salah seorang warga terdampak, Tika (36), mengatakan banjir di wilayahnya telah berlangsung hampir dua bulan terakhir. “Sudah hampir dua bulan kondisinya seperti ini,” ujarnya. Ia menegaskan sumber banjir bukan berasal dari sungai, melainkan dari kubangan air yang meluap akibat hujan terus-menerus. “Airnya dari kubang, bukan dari sungai karena hujan terus, airnya penuh dan tidak ada aliran keluarnya,” kata Tika.

Meski rumahnya terendam, Tika mengaku tetap bertahan dan masih tidur di rumah dengan kondisi tergenang air. “Tidur biasa saja, kerendam. Takut sih takut, tetapi mau bagaimana lagi,” ucapnya. Namun, karena hujan terus mengguyur wilayah tersebut, ia berencana sementara mengungsi ke rumah temannya. Tika juga menyebut bantuan dari pemerintah desa dan kepolisian mulai diterima warga. “Dari desa sudah ada, dari kapolres juga sudah,” tambahnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Sukatani, Abu Toib, menjelaskan bahwa penyebab utama banjir adalah ketiadaan saluran drainase yang mengarah ke Wanasalam, meski lahan untuk saluran tersebut sebenarnya tersedia. “Kendalanya di lahan. Banyak masyarakat yang belum mengizinkan lahannya digunakan untuk drainase,” jelas Abu Toib.

Ia menambahkan, jalan alternatif yang menghubungkan Desa Sukatani dengan Desa Wanasalam kerap tergenang setiap kali hujan karena luapan air dari empang dan kubangan. “Bukan dari sungai. Ini luapan dari kubang-kubang dan empang. Makanya jalan satu-satunya harus dibuatkan drainase ke arah Wanasalam,” kata Abu Toib.

Abu Toib juga mengimbau warga terdampak agar sementara mengungsi ke rumah keluarga atau kerabat yang tidak terdampak banjir. Ia menyebut pemerintah daerah telah meninjau langsung lokasi banjir. “Kemarin alhamdulillah sudah ditinjau Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, Ibu Bupati, Ibu Wakil, dan kapolres Lebak,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara, sekitar 25 hingga 30 keluarga terdampak banjir, terutama di Kampung Sukaraya RT 1 RW 1 dan Kampung Gendulen RT 2 RW 1. Abu Toib menambahkan, “Di sini dan satu lagi yang lebih parah di Kampung Gendulen. Di sana banjirnya sudah berlangsung dua sampai tiga bulan.” (jat/eem)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

​Wujud Nyata Dukungan Program MBG, Kapolda Sumsel Pimpin Penguatan 55 Satuan Pelayanan Gizi

15 Februari 2026 - 01:57 WIB

Maruarar Sirait: PKP Fasilitasi Renovasi 500 Rumah Warga Bandung

15 Februari 2026 - 01:45 WIB

​Prioritaskan Kesejahteraan, Kepemimpinan Satu Tahun Andra Soni Berpihak pada Pekerja Rentan

14 Februari 2026 - 21:18 WIB

​Akses Vital Kembali Normal, Gubsu Bobby Resmikan Jembatan Idano Noyo di Nias Barat

13 Februari 2026 - 19:49 WIB

Kepemimpinan Andra Soni dan Dimyati Digganjar Tangerang Raya Award 2026

13 Februari 2026 - 18:20 WIB

Protes Menguat, Perubahan Status Ratusan Ribu Hektare Hutan Papua Disorot

13 Februari 2026 - 16:30 WIB

Trending di Daerah