Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Hukum · 4 Sep 2025 13:45 WIB ·

GEBRAK Gelar Aksi di Patung Kuda, Desak Hentikan Brutalitas Aparat


GEBRAK Gelar Aksi di Patung Kuda, Desak Hentikan Brutalitas Aparat Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) kembali menggelar aksi demonstrasi pada Kamis (4/9/2025) di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian protes atas situasi sosial-politik terkini yang dinilai merugikan rakyat kecil dan mengancam demokrasi.

Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Unang Sunarno, menyatakan bahwa massa aksi mulai berkumpul sejak pukul 11.00 WIB di depan Gedung ILO, Jalan Thamrin, sebelum bergerak menuju lokasi utama aksi.

Dalam pernyataannya, Unang menyampaikan dukacita atas meninggalnya 10 orang masyarakat dalam aksi-aksi sebelumnya. Namun, ia menegaskan bahwa duka ini tidak boleh menyurutkan semangat rakyat dalam memperjuangkan keadilan.

“Kita harus bersatu untuk memperjuangkan kehidupan yang layak dan adil untuk semua. Jangan sampai perjuangan kawan-kawan kita dibajak oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Lima Tuntutan Utama GEBRAK:

  1. Hentikan Brutalitas Aparat dan Praktik Militerisme
    GEBRAK menuntut dihentikannya penembakan, penyiksaan, serta penggunaan kendaraan tempur di kawasan sipil. Mereka juga mendesak agar pasukan bersenjata ditarik dari ruang-ruang publik.
  2. Bebaskan Seluruh Aktivis dan Hentikan Kriminalisasi Gerakan Rakyat
    Mereka menuntut pembebasan tanpa syarat bagi peserta aksi dan aktivis yang ditangkap, serta penghentian segala bentuk kriminalisasi terhadap suara-suara kritis.
  3. Usut Tuntas Pembunuhan dan Penghilangan Paksa
    GEBRAK meminta dibentuknya tim independen untuk mengungkap kebenaran di balik kasus 10 korban meninggal dunia dan beberapa orang hilang. Mereka juga menuntut pertanggungjawaban hukum terhadap aparat dan atasan yang terlibat.
  4. Cabut Kebijakan Anti-Rakyat
    Massa aksi menuntut pembatalan sejumlah regulasi dan kebijakan yang dinilai membebani rakyat, seperti:
    • Kenaikan tarif pajak yang mencekik rakyat kecil
    • UU Cipta Kerja
    • KUHP baru
    • UU Minerba
    • Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dianggap tidak berpihak pada rakyat
  5. Alihkan Anggaran Pejabat untuk Kesejahteraan Rakyat
    GEBRAK mendesak pemotongan anggaran pejabat dan Polri, serta menghentikan gaya hidup mewah di kalangan pejabat. Dana tersebut, menurut mereka, seharusnya dialokasikan untuk pendidikan, kesehatan, pangan murah, dan upah layak.

Unang menegaskan bahwa aksi hari ini adalah bentuk konsolidasi rakyat untuk menolak ketidakadilan dan penindasan struktural yang terus berlangsung.

“Ini bukan hanya tentang buruh, tapi tentang seluruh rakyat yang sedang berjuang melawan ketimpangan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkot Tangsel Dukung Bea Cukai Tertibkan Barang Ilegal

22 April 2026 - 11:49 WIB

Skandal Selat Hormuz: Kapal Pertamina Full Kru Asing, Pengamat Sebut Pengkhianatan

22 April 2026 - 08:44 WIB

Polres Tangerang Selatan Bentuk Satgas, 10 Pelaku Curanmor Berhasil Diamankan

22 April 2026 - 08:43 WIB

Sehari Menjelang Putusan Rp119 Triliun, KPK Waspada Dugaan Suap Bernilai Puluhan Juta Dolar

22 April 2026 - 08:37 WIB

Pertamina Hulu Rokan Bungkam Dua Kali Dikonfirmasi Terkait Dugaan Pengaturan Tender Proyek Senilai USD 10,9 Juta

21 April 2026 - 16:50 WIB

Dugaan Jual Beli ‘Jabatan Abadi’ di RSUD Kabupaten Bogor

21 April 2026 - 12:19 WIB

Trending di Hukum