Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Daerah · 7 Jan 2026 13:55 WIB ·

Gunung Kaupas Labil, Warga Diungsikan


Gunung Kaupas Labil, Warga Diungsikan Perbesar

SERANG | Harian Merdeka

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten melakukan evakuasi sementara terhadap warga Kampung Cibodas, Desa Kadubereum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, menyusul longsor di lereng Gunung Kaupas yang terjadi pada Selasa (6/1/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten Lutfi Mujahidin memastikan bahwa hingga hari ini, Rabu tidak terdapat laporan korban jiwa maupun kerusakan harta benda akibat peristiwa tersebut.

“Sampai saat ini tidak ada korban jiwa dan harta benda. Penyebabnya karena pergerakan alam,” kata Lutfi di Kota Serang, Rabu (7/1/2026).

Meski tidak menimbulkan korban, BPBD bersama pemerintah daerah mengambil langkah antisipasi serius dengan mengungsikan warga yang bermukim di bawah lereng gunung, terutama pada malam hari, guna meminimalkan risiko longsor susulan.

“Untuk antisipasi, warga yang tinggal di bawah Bukit Kaupas, kalau malam hari diungsikan ke SD MI,” ujarnya.

Di Kampung Cibodas sendiri terdapat sekitar 504 warga. Sebagian di antaranya mengungsi di sekolah dasar yang telah disiapkan sebagai lokasi pengungsian sementara, sementara sebagian lainnya memilih berlindung di rumah sanak saudara.

“Tidak semuanya di lokasi pengungsian yang disiapkan, ada yang ngungsi ke tempat saudara,” kata Lutfi.

Menurut Lutfi, status pengungsian ini masih bersifat sementara dan akan terus dievaluasi sesuai perkembangan kondisi lereng Gunung Kaupas di lapangan.

“Belum ditentukan, lihat perkembangan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana, BPBD Banten juga terus melakukan pemantauan di wilayah-wilayah yang masuk kategori rawan longsor. Saat ini tercatat 21 kecamatan di Provinsi Banten berada dalam zona rawan longsor yang tersebar di tiga kabupaten.

Di Kabupaten Serang: Kecamatan Anyer, Mancak, Cinangka, dan Padarincang.
Di Kabupaten Pandeglang: Kecamatan Carita, Jiput, Panimbang, Cigeulis, Cibaliung, Cimanggu, Cadasari, dan Mandalawangi.
Di Kabupaten Lebak: Kecamatan Bojongmanik, Cimarga, Leuwidamar, Lebak Gedong, Cigembong, Cibeber, Bayah, Cihara, serta Panggarangan.

Lutfi menegaskan BPBD Banten terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten serta aparat setempat guna memastikan keselamatan warga dan meningkatkan kesiapsiagaan apabila terjadi pergerakan tanah lanjutan. (fj)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dorong Pelayanan Prima, Benyamin Tegaskan Integritas ASN

21 April 2026 - 16:33 WIB

Gempa M5,9 Guncang Nias Utara, Warga Gunungsitoli Terbangun, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

20 April 2026 - 13:10 WIB

FPRMI Gelar Open Golf Tournament 2026, Perkuat Sinergi dan Kebersamaan di Momentum HPN

18 April 2026 - 20:39 WIB

Polres Nias Terbitkan SP2HP, Dugaan Pungli di SMKN 1 Idanogawo Mulai Diusut

18 April 2026 - 20:33 WIB

Egi Hendrawan: Sekolah Gratis Andra Soni Investasi Putus Rantai Kemiskinan

18 April 2026 - 20:14 WIB

Pilar Terjun Langsung Tinjau Titik Banjir dan Longsor Akibat Hujan Ekstream

16 April 2026 - 12:13 WIB

Trending di Daerah