SERANG | Harian Merdeka
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten melakukan evakuasi sementara terhadap warga Kampung Cibodas, Desa Kadubereum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, menyusul longsor di lereng Gunung Kaupas yang terjadi pada Selasa (6/1/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten Lutfi Mujahidin memastikan bahwa hingga hari ini, Rabu tidak terdapat laporan korban jiwa maupun kerusakan harta benda akibat peristiwa tersebut.
“Sampai saat ini tidak ada korban jiwa dan harta benda. Penyebabnya karena pergerakan alam,” kata Lutfi di Kota Serang, Rabu (7/1/2026).
Meski tidak menimbulkan korban, BPBD bersama pemerintah daerah mengambil langkah antisipasi serius dengan mengungsikan warga yang bermukim di bawah lereng gunung, terutama pada malam hari, guna meminimalkan risiko longsor susulan.
“Untuk antisipasi, warga yang tinggal di bawah Bukit Kaupas, kalau malam hari diungsikan ke SD MI,” ujarnya.
Di Kampung Cibodas sendiri terdapat sekitar 504 warga. Sebagian di antaranya mengungsi di sekolah dasar yang telah disiapkan sebagai lokasi pengungsian sementara, sementara sebagian lainnya memilih berlindung di rumah sanak saudara.
“Tidak semuanya di lokasi pengungsian yang disiapkan, ada yang ngungsi ke tempat saudara,” kata Lutfi.
Menurut Lutfi, status pengungsian ini masih bersifat sementara dan akan terus dievaluasi sesuai perkembangan kondisi lereng Gunung Kaupas di lapangan.
“Belum ditentukan, lihat perkembangan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana, BPBD Banten juga terus melakukan pemantauan di wilayah-wilayah yang masuk kategori rawan longsor. Saat ini tercatat 21 kecamatan di Provinsi Banten berada dalam zona rawan longsor yang tersebar di tiga kabupaten.
Di Kabupaten Serang: Kecamatan Anyer, Mancak, Cinangka, dan Padarincang.
Di Kabupaten Pandeglang: Kecamatan Carita, Jiput, Panimbang, Cigeulis, Cibaliung, Cimanggu, Cadasari, dan Mandalawangi.
Di Kabupaten Lebak: Kecamatan Bojongmanik, Cimarga, Leuwidamar, Lebak Gedong, Cigembong, Cibeber, Bayah, Cihara, serta Panggarangan.
Lutfi menegaskan BPBD Banten terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten serta aparat setempat guna memastikan keselamatan warga dan meningkatkan kesiapsiagaan apabila terjadi pergerakan tanah lanjutan. (fj)







